SensorPada Diesel Common Rail Ditulis Cosmas Sutrisno Adi, S.Pd Jumat, 15 Januari 2021 Tulis Komentar Edit. 1. Sensor Akselerator (CKP) atau sensor NE. Mesin common mil (EFl-diesel) menggunakan Crankshaft Position Sensor untuk mendeteksi putaran mesin seperti pada sistem EFI mesin bensin. Sensor ini dipasang pada blok mesin. Fuel rail pressure sensor merupakan salah satu komponen mesin yang umumnya bisa kita temukan pada mesin-mesin diesel common rail. Sesuai namanya, fuel rail pressure sensor adalah sensor tekanan bahan bakar yang dipasang tepat dibagian fuel rail. Fuel rail sendiri merupakan tabung tempat bahan bakar solar dikumpulkan untuk kemudian dinaikkan tekanannya hingga kisaran tertentu beberapa mesin diesel common rail bisa mencapai tekanan sekitar 200 Mpa. Dengan begitu, injektor bisa menyemprotkan bahan bakar dalam bentuk kabut yang sempurna. Fuel rail terletak diantara supply pump dan injektor. Fuel rail dihubungkan dengan pipa-pipa bahan bakar baik ke injektor ataupun dari supply pump. Pada fuel rail inilah fuel rail pressure sensor di pasangkan. Artikel berikut akan menjelaskan secara lengkap tentang fungsi fuel rail pressure sensor, cara kerja, lokasi pemasangan, hingga daftar DTC yang muncul jika sensor ini rusak atau bermasalah. Simak info lengkapnya dibawah ini. Fungsi fuel rail pressure sensor Fungsi fuel rail pressure sensor adalah untuk mendeteksi tekanan bahan bakar fuel pressure yang terjadi di dalam pipa fuel rail dan mengirimkan datanya ke Engine Control Unit ECU dalam bentuk tegangan listrik. Data berupa tegangan listrik yang keluar dari fuel rail pressure sensor ini berubah-ubah sesuai dengan perubahan tekanan bahan bakar didalam pipa fuel rail. Perubahan nilai tegangan yang keluar dari fuel rail pressure sensor dikalkulasi oleh ECU sebagai data perubahan tekanan bahan bakar common rail. Data tekanan bahan bakar yang terjadi secara aktual di dalam pipa common rail kemudian digunakan oleh ECU untuk menentukan kuantitas jumlah bahan bakar yang di injeksikan ke dalam ruang bakar sekaligus mengatur kerja aktuator pada sistem common rail, seperti misalnya SCV, EGR valve, dan injektor. Lokasi fuel rail pressure sensor Lokasi fuel rail pressure sensor berada dibagian belakang fuel rail. Sedangkan bagian depan fuel rail terdapat fuel pressure limiter fuel pressure regulator yang berfungsi untuk membatasi jumlah tekanan bahan bakar yang ada di dalam fuel rail ini. Perhatikan lokasi fuel rail pressure sensor yang ada di fuel rail seperti pada gambar dibawah ini. Kalau anda kebingungan mencari lokasi fuel rail pressure sensor, coba anda perhatikan pada pipa-pipa yang terhubung dengan injektor. Seluruh pipa injektor tersebut semuanya pasti terhubung dengan fuel rail. Saat anda sudah menemukan tabung fuel rail, maka lihatlah di kedua ujung fuel rail ini. Disitu akan terdapat fuel rail pressure sensor dan fuel pressure limiter. Ini contoh lokasi fuel rail yang ada di mesin Mitsubishi seri 4D56 untuk Pajero sport atau Triton Setiap model mesin memiliki lokasi fuel rail pressure sensor yang berbeda-beda, namun secara umum posisi fuel rail pressure sensor ini tetap menempel pada pipa fuel rail yang terhubung dengan seluruh pipa injektor. Cara kerja fuel rail pressure sensor Cara kerja fuel rail pressure sensor secara sederhana adalah mengubah tekanan bahan bakar menjadi nilai tegangan listrik. Saat tekanan bahan bakar tinggi maka tegangan output yang keluar dari sensor juga akan semakin besar. Begitu pula sebaliknya, jika tekanan bahan bakar dalam fuel rail rendah, maka tegangan output akan kecil. Fuel rail pressure sensor menggunakan komponen elektronika berupa sensor tipe resistif piezo Piezo Crystal Sensor. Sensor ini memantau tekanan bahan bakar berdasarkan perubahan tegangan yang terjadi pada tegangan sumber berasal dari ECU. Perhatikan grafik perbandingan antara tekanan bahan bakar Mpa dengan tegangan ouput Vout dibawah ini Berdasarkan wiring diagram dan bentuk sensornya, fuel rail pressure sensor memiliki 3 pin pada socketnya yaitu Pin merupakan pin tegangan sumber dari ECU umumnya sebesar 5 volt. Pin merupakan pin output sensor yang digunakan sebagai input data bagi ECU tegangan berubah-ubah sesuai tekanan bahan bakar. Pin merupakan pin yang terhubung dengan ground massa di ECU Berikut cara kerja fuel rail pressure sensor ECU memberikan tegangan sebesar 5 Volt yang stabil ke kabel sinyal sensor menuju pin Tegangan 5 volt secara konstan mengalir menuju ground sensor GND - pin yang dikombinasikan dengan pin dengan nilai dibawah 0,2 Volt pin 3 dan pin 2 sama - sama terhubung ke piezo crystal sensor. Perubahan tekanan bahan bakar membuat nilai tahanan pada sensor ikut berubah. Kondisi ini juga turut mengubah nilai tegangan output yang dihasilkan oleh sensor di pin Rentang perubahan tegangan output yang keluar berkisar diantara 0 - 5 volt, tergantung dari kondisi mesin dan tekanan bahan bakar yang ada dalam fuel rail. Gejala kerusakan fuel rail pressure sensor Fuel rail pressure sensor memegang peranan penting untuk mendeteksi nilai tekanan bahan bakar secara aktual di dalam fuel rail. Apabila fuel rail pressure sensor mengalami masalah, maka secara langsung akan memberikan efek saat mesin bekerja. Berikut beberapa gejala kerusakan fuel rail pressure sensor yang Ombro ketahui. Lampu peringatan Check engine lamp menyala Mesin menjadi sulit dihidupkan Akselerasi buruk, mesin menjadi low power, dan putaran mesin yang tertahan di rpm tertentu Mesin mati secara tiba-tiba Efisiensi bahan bakar yang buruk. Baca juga Mengenal Common Rail System Mesin Diesel Penyebab Mesin Diesel Common Rail Susah Hidup 10 Penyebab Knalpot Keluar Asap Hitam Di Mobil Pajero Sport Diesel Kode DTC untuk kerusakan fuel rail pressure sensor Berikut beberapa kode DTC untuk kerusakan fuel rail pressure sensor yang Ombro ketahui pada mesin 4D56 pajero sport atau triton P0191 Rail pressure sensor range/performance problem - Terjadi perbedaan antara rail pressure objektif dan aktual yang melebihi 15Mpa selama 0,5 detik. Sensor memiliki variasi tegangan output 0,01V atau kurang. P0192 Rail pressure sensor low input - Terjadi karena tegangan output rail pressure sensor hanya sebesar 0,70 volt atau kurang. P0193 Rail pressure sensor high input - Terjadi karena tegangan output rail pressure sensor lebih dari 4,85 volt. Cara tes fuel rail pressure sensor dengan multimeter Dibawah ini adalah langkah-langkah yang Ombro ketahui untuk melakukan tes fuel rail pressure sensor dengan multimeter, yaitu dengan melakukan pengukuran tegangan output dari fuel rail pressure sensor. Berikut cara tes rail pressure sensor dengan multimeter. Siapkan multimeter digital dan lakukan zero kalibrasi Hidupkan mesin dan biarkan hingga posisi rpm idling setelah warming up Hubungkan kabel positif multimeter dengan kabel pin no. 2 yang masih menempel di fuel rail pressure sensor Hubungkan kabel negatif multimeter dengan ground Hasil "OK" jika nilai tegangan output sebesar 1,5 - 1,75 volt Berikut ini merupakan beberapa penyebab mesin diesel susah hidup baik pada pagi hari atau saat mesin dingin bahkan saat kondisi normal akan dihidupkan: 1. Baterai Sudah Lemah. Sistem starter menggunakan batere atau aki sebagai sumber tenaga untuk menggerakan motor dinamo. Jika baterai dalam keadaan normal, proses starter dapat berjalan dengan Sensor Sensor Pada Mesin Diesel Common Rail. Mesin diesel common rail merupakan inovasi terbaru untuk tipe dengan bahan bakar solar ini. Cara kerja mesin diesel memang berbeda dengan mobil bensin, kelebihan mesin diesel terletak pada bahan bakar dan kinerja mesin yang efektif pada komponen mesin diesel. Lalu, apa saja komponen common rail dan fungsinya? Mau mesin diesel konvensional atau common rail, keduanya sama-sama memiliki pompa elektrik ini. Baca Juga 5 Cara Menghilangkan Asap Putih Pada Mobil Diesel​​​​​​​Itulah barisan fungsi komponen common rail dalam mesin diesel. . 7 Sensor pada Common Rail + 7 Sensor pada Common Rail + ECUMesin injeksi solar memiliki teknologi baru yang banyak orang sebut sebagai common rail. Secara umum terdapat tujuh sensor pada mobil dengan teknologi common rail, yakni sebagai berikut;Pertama – Sensor CKP atau Crankshaft Position Sensor. Sensor ini merupakan sensor yang penting sekali pada teknologi common rail. Kebanyakan sensor CKP menggunakan tipe efek Hall tetapi tidak sedikit juga sensor CKP tipe induksi. Keempat – Sensor Pedal Gas atau Accelerator pedal position sensor. . 10 faktor mesin diesel "common rail" sulit menyala Baca juga Enam keuntungan servis mobil di bengkel resmiBaca juga Rawat tampilan mobil dengan tiga langkah iniPewarta Chairul RohmanEditor Ida NurcahyaniCopyright © ANTARA 2021Jakarta ANTARA - Mesin diesel memiliki dua sistem, yang pertama ada mesin diesel konvensional dan juga mesin diesel common rail. Akhirnya mesin menjadi susah pump terkadang masih digunakan di dalam beberapa mesin diesel common rail. Inilah yang menjadi salah satu alasan mesin jadi susah bagian priming pump sudah disebutkan bahwa ada komponen supply pump dalam mesin diesel common rail. Efeknya mesin susah dihidupkan.​​​​​," seperti yang dikutip dari laman resmi Auto200, rail atau biasa disebut juga sebagai common rail memiliki dua komponen utama, yaitu fuel rail pressure limiter dan fuel rail pressure sensor. AutoFamily harus merawat mesin mobil diesel common rail secara berkala agar bisa mendapatkan performa terbaik. . 9 Komponen Sistem Common Rail + Fungsinya Nama Komponen Sistem Common rail beserta FungsinyaBeberapa komponen pada sistem common rail merupakan komponen sistem bahan bakar diesel. Namun pada sistem ini, terdapat penambahan komponen elektrikal yang akan menopang cara kerja common rail ini. Nama komponen common rail meliputi ;A. Komponen Bahan bakarKomponen ini terletak membentang dari awal solar dimasukan hingga solar disuplai ke dalam mesin. B. Komponen kontrolBagian kedua dari rangkaian komponen sistem common rail adalah dari sisi kontrol elektrikal. Itulah beberapa nama komponen common rail dan fungsinya. . Mengenal Common Rail System Mesin Diesel Selain peningkatan tenaga mesin, Common Rail System juga memberikan kerja mesin yang lebih akurat sehingga mampu menurunkan konsumsi bahan bakar dan membuat getaran mesin lebih halus. Hal berikutnya yang bisa didapatkan dari penggunaan Common Rail System pada mesin diesel ini adalah tingkat emisi gas buang yang lebih rendah dan ramah lingkungan Ini berarti Common Rail System bisa menekan polusi udara agar selalu rendah. Kekurangan dari Common Rail SystemTeknologi yang digunakan pada Common Rail System tergolong canggih sehingga harga komponen untuk penggantian dan perbaikannya pun terbilang cukup mahal. Meskipun teknologi Common Rail System ini sudah lama, namun karena kebutuhan akan tenaga mesin yang lebih besar dengan emisi gas buang yang lebih ramah lingkungan, maka Common Rail mengalami perkembangan yang cukup signifikan hingga menjadi tren teknologi mobil dengan mesin diesel saat Rail System pada mesin diesel bisa dikatakan serupa dengan Electronic Fuel injection System pada mesin bensin. Berikut penjelasan masing-masing komponen pada Common Rail Control Unit pada Common Rail System berfungsi untuk membaca data dari sensor kemudian menganalisanya, lalu memerintahkan aktuator mis injektor, Suction Control Valve,EGR,dll untuk bekerja sesuai dengan kebutuhan mesin agar output yang dihasilkan selalu optimal dan yang ada pada Common Rail System ini juga banyak jumlahnya, mirip dengan EFI system. . Pengertian, Komponen dan Cara Kerja Diesel Common Rail Assalamu’alaikum sahabat otomotif indonesia, kali ini kita akan belajar tentang salah satu teknologi mesin diesel modern atau yang biasa disebut dengan teknologi common rail. Pengertian Teknologi Common RailSingkatnya, Teknologi Common rail adalah teknologi pada mesin diesel dimana kerja dari injector bahan bakar diatur secara elektronik, namun untuk mempelajarinya lebih jauh mari kita bahas lagiJika pada mesin berbahan bakar bensin ada istilah karburator dan injeksi / EFI Electronic Control Injection , maka pada sistem bahan bakar mesin diesel ada istilah diesel konvensional dan common rail, contoh dari mesin diesel konvensional adalah mesin diesel pada traktor sawah, mesin diesel industri atau mesin diesel pada kendaraan diesel generasi lama seperti bus lama atau truck lamaSedangkan untuk kendaraan yang menggunakan mesin diesel common rail contohnya adalah kendaraan diesel generasi baru, contoh yang mudah dijumpai di sekitar kita adalah mitsubishi triton, pajero sport dllSebagai bahan wawasan saja, ada beberapa pabrikan yang mengeluarkan merk mobil dengan 2 varian jenis mesin, contoh saja toyota innova dan suzuki ertiga, 2 merk mobil tersebut ada yang bermesin besin dan ada juga yang bermesin diesel, tentu mesin diesel yang digunakan adalah mesin diesel yang common rail, bukan yang konvensionalKelebihan dan Kekurangan Mesin Diesel Common RailAdapun kelebihan mesin diesel dengan teknologi common rail antara lainKonsumsi bahan bakar yang lebih irit karena penentuan jumlah injeksi bahan bakar dikontrol secara elektronik oleh ECU ComputerSuara mesin lebih halus karena penentuan timing injeksi juga dikontrol secara elektronik / komputerisasiLebih ramah lingkuangan karena campuran bahan bakar yang tepat, sehingga bahan bakar yang tidak terbakar dapat diminimalisirLebih bertenaga karena campuran bahan bakar dan udara tepatAkselerasi lebih responsif karena pengaturan bahan bakar juga dikontrol secara elektronik / komputerisasiSedangkan Kekurangan mesin diesel dengan teknologi common rail antara lainBiaya perbaikan yang lebih mahalBiaya pembuatan lebih mahal yang mengakibatkan kendaraan dengan mesin diesel common rail mempunyai harga jual lebih mahalJika terjadi kerusakan perlu ilmu yang memadahi untuk memperbaiki tidak semua bengkel diesel dapat memperbaiki mesin diesel dengan teknologi common railPrinsip Kerja Sederhana Mesin Diesel Common RailPada mesin diesel konvensional bahan bakar akan keluar dari injektor dan masuk ke ruang bakar ketika injektor membuka, injektor membuka karena ada tekanan dari pompa bahan bakar dan menutup jika tidak ada tekananNah, pada mesin diesel common rail, pompa bahan bakar akan menekan bahan bakar secara terus menerus selama mesin hidup, Injector / nozzle akan membuka ketika injector mendapat sinyal berupa arus listrik dari ECU / Otak dari sistim common rail. Perintah tersebut berupa sinyal listrik ON/OFF Fuel Pressure Limiter valve katup pembatas tekanan bahan bakarFuel Pressure limiter berfungsi untuk membatasi tekanan bahan bakar di dalam common rail dengan cara mengalirkan sebagaian bahan bakar di common rail ke saluran bahan bakar tekanan rendah. Tentu tekanan bahan bakar akan sangat tinggi sehingga akan merusak komponen yang ada. Agar hal itu tidak terjadi maka dipasang fuel pressure limiter untuk “membocorkan” bahan bakar ke saluran bahan bakar tekanan rendah saat tekanan bahan bakar di common rail terlalu tinggiKomponen Sistem Kontrol ElektronikPada pembahasan dasar kerja sistem bahan bakar mesin diesel common rail sudah disinggung bahwa common rails pada mesin diesel mempunyai prinsip kerja hampir sama dengan sistem Injeksi / EFI pada mesin bensin. . Ini 9 Sensor Penting Di Sistem Bahan Bakar Injeksi Di Mesin Mobil pasokan bahan bakar elektronik alias electronic fuel injection EFI didukung beberapa sensor. Sensor-sensor ini bertugas memberi data kepada ECU Electronic Control Unit untuk diolah sebelum menentukan debit bahan bakar yang harus disemprotkan ke ruang bakar via injektor. Semakin banyak sensor, semakin baik efsiensi mesin yang dihasilkan. Throttle Position Sensor TPSSensor ini berfungsi untuk memberikan data mengenai sudut bukaan throttle. Semakin besar bukaan, semakin banyak pula udara yang masuk, sehingga debit bahan bakar pun perlu disesuaikan. . Agar tekanan bahan bakar pada saat bahan bakar diesel commonrail tetap terjaga tidak melebihi 200 MPA maka diperlukan ….. A. rail presure sensor . B. suciton control valve . C. Manipol absoulut pressure sensor . D. Oil temperatur sensor . E. Presure limiter valve. 31. Berikut adalah keunggulan mesin diesel commonrail dibanding mesin diesel Posted on 01 Agu 2021 Mesin diesel common rail merupakan inovasi terbaru untuk tipe dengan bahan bakar solar ini. Sistem common rail juga menerapkan skema pengontrol elektronik untuk menentukan berapa banyak jumlah solar yang diinjeksikan ke dalam ruang bakar. Cara kerja mesin diesel memang berbeda dengan mobil bensin, kelebihan mesin diesel terletak pada bahan bakar dan kinerja mesin yang efektif pada komponen mesin diesel. Dengan teknologi ini maka akan lebih efisien, ramah lingkungan, dan tentunya hemat bahan bakar. Lalu, apa saja komponen common rail dan fungsinya? Simak penjelasannya di bawah ini. Mengenal Fungsi Sistem Common Rail Bahan Bakar Cara kerja commn rail hampir sama dengan EFI Electronic Fuel Injection yang fungsi utamanya untuk menyuplai bahan bakar. Berikut ini, ada berbagai komponen sistem common rail dan fungsinya yang akan dijelaskan mulai dari awal solar masuk hingga diinjeksikan ke dalam mesin 1. Tangki Bahan Bakar Dari namanya sudah jelas bahwa tangki bahan bakar menyimpan bahan bakar. Nantinya, bahan bakar dari tangki akan diinjeksikan ke dalam mesin ketika proses pembakaran berlangsung. 2. Electric Supply Pump Pompa bensin elektrik ini berguna untuk menyalurkan bahan bakar ke mesin. Tentunya menggunakan pompa bertekanan tinggi ini. Mau mesin diesel konvensional atau common rail, keduanya sama-sama memiliki pompa elektrik ini. Namun ada perbedaannya juga. Untuk pompa bersifat elektrik, ternyata posisinya ditenggelamkan ke dalam tangki. Di dalamnya terdapat saringan kasar untuk menyaring kotoran dan fuel level gauge yang berguna sebagai pendeteksi volume solar ke dalam tangki. 3. Filter Bahan Bakar Fuel Filter Filter solar terletak pada bagian fuel line. Komponen ini berfungsi untuk menyaring partikel kotoran yang terbawa dari aliran solar kemudian mengendapkan air di sana. Jadi solar yang masuk ke sistem pembakaran jauh lebih besar berkat filter ini. 4. Pompa Bahan Bakar Lalu ada komponen ini yang berguna membangkitkan tekanan bahan bakar solar dari tangki hingga sekitar 160 MPa. Tugasnya memang hanya membangkitkan tekanan saja karena untuk urusan timing telah diatur oleh solenoid yang ada di injector. 5. Fuel Rail Fuel rail yang terletak setelah pompa tekanan tinggi berguna untuk mempertahankan bahan bakar agar bisa tetap dalam tekanan tinggi. 6. Injector Sistem Injeksi Injector berguna untuk menginjeksikan bahan bakar ke dalam mesin. Tentunya dalam bentuk kabutan. Injector dalam sistem common rail sudah didesain secara khusus hingga terdapat solenoid yang bekerja dengan daya listrik. Baca Juga Ini Dia 5 Solusi Mobil Injeksi Tidak Bisa Hidup Fungsi Sistem Komponen Common Rail Kontrol Sekarang masuk ke bagian kedua yang melihat dari sisi kontrol elektrik. Inilah setiap komponen dan fungsinya 1. Sensor Sensor berfungsi untuk mendeteksi kondisi mesin sebagai acuan menghitung nilai aktuator. Jadi sensor bisa menentukan timing dan volume solar yang akan diinjeksikan ke sistem pembakaran. Ada beberapa sensor di dalamnya, yakni MAF & IAT Untuk mendeteksi massa dan suhu udara intake. MAP sensor Untuk mendeteksi kevakuman dalam intake manifold. CKP & CMP sensor Untuk mendeteksi kecepatan mesin untuk menentukan RPM dan timing mesin. Knock sensor Untuk mendeteksi engine knocking dalam mesin. Fuel rail pressure sensor untuk mendeteksi tekanan fuel rail. ECT sensor Untuk mendeteksi suhu mesin melalui air pendingin. App sensor Untuk mendeteksi seberapa dalam pedal gas yang diinjak oleh pengguna. 2. ECM ECM adalah akronim dari Engine Control Module. Biasa disebut juga sebagai ECU, fungsinya adalah prosesor utama mesin untuk melakukan berbagai perhitungan. Khususnya untuk menghitung jumlah bahan bakar yang diinjeksikan ke dalam mesin. ​​​​​​​3. Solenoid Actuator Solenoid actuator berguna sebagai penggerak nozzle di dalam injector. Dengan sistem kerja magnet yang ada di dalamnya, maka nozzle bisa terbuka hingga memiliki celah untuk tempat keluarnya Juga 5 Cara Menghilangkan Asap Putih Pada Mobil Diesel​​​​​​​Itulah barisan fungsi komponen common rail dalam mesin diesel. AutoFamily jangan lupa untuk selalu melakukan perawatan mesin diesel secara berkala bersama Auto2000. Kunjungi Auto2000 Digiroom untuk informasi layanan purna jual lebih lengkap. Auto2000 Digiroom Dealer Toyota terbesar di Indonesia yang melayani jaringan jasa penjualan, perawatan, perbaikan dan penyediaan suku cadang Toyota yang tersebar di seluruh Indonesia. Temui kami di Media Sosial Mesindiesel common rail Toyota – dok.Istimewa Prototipe sistem common rail dikembangkan pertama kali pada akhir tahun 1960 oleh Robert Huber dari Swiss. Kemudian, teknologi itu dikembangkan lebih lanjut oleh JAKARTA, – Mesin diesel modern saat ini kebanyakan sudah menggunakan sistem commonrail baik pada kendaraan penumpang maupun niaga. Dibanding dengan mesin konvensional, commonrail diklaim memiliki kerja yang lebih optimal. Lalu sebenarnya apa sistem commonrail dan perbedaannya dengan mesin diesel konvensional?Instruktur Project Training Center PT Isuzu Astra Motor Indonesia Thomas A. Wijanarka mengatakan, commonrail merupakan sistem penyuntikan solar bertekanan tinggi yang dikontrol secara elektronik. Baca juga Respons Honda Soal Tantangan dari Kia Sonet Istimewa Isuzu Elf varian box“Sehingga jumlah, timing, dan tekanan injeksi diatur oleh Engine Control Module ECM. Sehingga kerjanya optimal yang membuat emisi lebih rendah, suara halus dan output maksimal, ucap Thomas dalam Webinar Basic Truck Bersama Isuzu, Jumat 13/11/2020. Perbedaan antara commonrail dengan konvensional, memiliki tekanan yang stabil. Kontrol injeksi bahan bakar di commonrail tidak terpengaruh putaran mesin dan beban kendaraan. Sedangkan konvensional, dipengaruhi oleh kedua faktor tadi. “Ibaratnya, dari pompa masuk dulu ke sisitem commonrail, sehingga tekanannya stabil. Berbeda dengan konvensional, dari pompa langsung ke injektor, jadi tergantung pada putaran mesin,” kata Thomas. Baca juga Fungsi Kaca Belakang pada Bus, Bukan untuk Akses Visual Saat Mundur Tekanan injeksi yang dikeluarkan dari sistem commonrail ini mencapai 200 Megapascal. Kecepatan injeksinya mencapai 1 milisekon dan jumlah injeksinya 50 mm kubik dengan plus minusnya 1 mm kubik, jadi sangat presisi. “Kepresisian injeksi ini yang membuat mesin dengan sistem commonrail lebih irit,” ucapnya. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. BeliSWITCH SENSOR COMMONRAIL CHEVROLET CAPTIVA DIESEL C100 & SPIN DIESEL. Harga Murah di Lapak Auto Sparepart. Pengiriman cepat Pembayaran 100% aman. Belanja Sekarang Juga Hanya di Bukalapak.
Advertisement Mesin diesel common rail adalah inovasi baru pada mesin berbahan bakar solar. Layaknya EFI pada mesin bensin, sistem common rail juga menerapkan skema pengontrol elektronik dalam menentukan jumlah solar yang dinjeksikan kedalam ruang bakar. Hasilnya, pembakaran berlansung lebih efisien, hemat BBM dan lebih ramah lingkungan. Pada artikel sebelumnya sudah kita ulas secara detail bagaimana sistem common rail ini bekerja. Diartikel ini, kita akan membahas secara rinci semua komponen yang berinteraksi pada mesin diesel common rail. Apa saja ? simak selengkapnya dibawah. Nama Komponen Sistem Common rail beserta Fungsinya Beberapa komponen pada sistem common rail merupakan komponen sistem bahan bakar diesel. Namun pada sistem ini, terdapat penambahan komponen elektrikal yang akan menopang cara kerja common rail ini. Nama komponen common rail meliputi ; A. Komponen Bahan bakar Komponen ini terletak membentang dari awal solar dimasukan hingga solar disuplai ke dalam mesin. Komponen ini meliputi 1. Tangki bahan bakar. Baik sistem bahan bakar konvensional maupun elektronik, komponen bahan bakar berupa tanki wajib hadir. Hal ini dikarenakan fungsi dari komponen ini adalah sebagai penyimpan cadangan solar yang akan di masukan ke dalam mesin saat proses pembakaran. 2. Electric fuel pumpPompa bahan bakar elektrik adalah sebuah komponen yang berfungsi memompa atau menyuplai solar dari tanki ke pompa tekanan tinggi pada mesin. Baik diesel konvensional atau common rail sama-sama memiliki komponen ini, tapi pada tipe modern fuel pump sudah bersifat elektrik dan posisinya ditenggelamkan kedalam tanki. Dengan kata lain, pompa bekerja menggunakan motor listrik dimana seluruh fuel pump akan tenggelam oleh solar didalam tanki. Sehingga kalau anda mencari dimana letak pompanya, anda harus membuka bagian tanki. Didalam satu set electric fuel pump ini, juga terdapat saringan kasar dan fuel lever gauge. saringan kasar berfungsi untuk menyaring kotoran berukuran besar dari solar. fuel lever gauge berfungsi untuk mendeteksi volume solar didalam tanki 3. Filter Solar Filter solar ini terletak pada fuel line setelah keluar dari fuel pump sebelum masuk ke dalam pompa tekanan tinggi. Fungsinya untuk menyaring partikel kotoran yang terbawa oleh aliran solar dan mengendapkan air yang terbawa pada aliran solar. Fuel filter pada mesin diesel common rail bersifat lebih halus, karena sistem ini lebih sensitif terhadap kotoran yang terbawa pada aliran solar. Kotoran ini berpotensi menggagalkan proses pembakaran karena merusak injector. 4. Pompa tekanan tinggi Supply pump akan bertugas untuk membangkitkan tekanan bahan bakar solar dari tanki hingga sekitar 160 MPa. Pompa ini bekerja secara mekanis mirip seperti sistem bahan bakar konvensional. Namun pompa ini memiliki konstruksi lebih simple. Umumnya pompa ini terletak pada kepala silinder mesin dan terhubung dengan camshaft sebagai penggerak pompa. Pompa ini juga tidak mempedulikan timing seperti pada diesel konvensional, karena pompa ini hanyalah membangkitkan tekanan bahan bakar. Untuk masalah timing, diatur oleh solenoid pada injector. 5. Fuel rail Fuel rail terletak setelah pompa tekanan tinggi. Fungsi fuel rail adalah untuk mempertahankan bahan bakar dalam tekanan tinggi setelah dibangkitkan oleh pompa tekanan tinggi. 6. Injector Injector adalah komponen utama sistem bahan bakar diesel yang fungsinya untuk mengeluarkan solar dari sistem bahan bakar ke dalam mesin dalam bentuk kabutan. Pada sistem common rail, injector sudah di desain khusus hingga memiliki rangkaian solenoid yang akan bekerja saat ada arus listrik yang mengalirinya. Saat solenoid bekerja, maka noozle akan terbuka sehingga bahan bakar bertekanan dari fuel rail akan keluar dalam bentuk kabutan. B. Komponen kontrol Bagian kedua dari rangkaian komponen sistem common rail adalah dari sisi kontrol elektrikal. Beberapa komponen yang termasuk dalam rangkaian sistem electric control adalah ; 1. Sensor Sensor adalah komponen elektronika yang berfungsi mendeteksi suatu kondisi pada mesin atau obyek lainya sebagai acuan untuk menghitung nilai aktuator. Mudahnya, sensor pada mesin diesel common rail berfungsi mendeteksi beberapa kondisi untuk menentukan timing dan volume solar yang akan di injeksikan. Sensor yang termasuk pada sistem common rail antara lain ; MAF & IAT. Sensor ini terletak pada area filter udara. Fungsinya untuk mendeteksi suhu dan massa udara intake. MAP Sensor. Berfungsi untuk mendeteksi kevakuman pada intake manifold. CKP & CMP Sensor. Sensor ini akan mendeteksi kecepatan mesin untuk menentukan timing dan RPM mesin. Knock Sensor. Berfungsi untuk mendeteksi engine knocking pada mesin. Fuel rail pressure sensor. Sensor ini terletak di ujung fuel rail. Fungsinya untuk mendeteksi tekanan fuel rail. ECT Sensor. Sensor yang berfungsi mendeteksi suhu mesin melalui air pendingin. App Sensor. Sensor yang terletak pada pedal gas untuk mendeteksi berapa dalam pedal gas diinjak oleh pengguna. 2. ECM ECM adalah kependekan dari Engine Control module. Beberapa menyebutnya ECU Electronic Control Unit. Fungsinya sebagai processor utama pada mesin untuk melakukan berbagai perhitungan khususnya menghitung jumlah bahan bakar yang diinjeksikan ke dalam mesin sesuai data sensor yang masuk. 3. Solenoid actuator Soleniod aktuator adalah perangkat yang berfungsi untuk menggerakan noozle didalam injektor. Bentuk dari solunoid ini berupa coil yang memiliki kemagnetan saat dialiri arus listrik. Kemagnetan tersebut dimanfaatkan untuk membuka noozle sehingga terbentuk celah pada ujung injektor sebagai tempat keluarnya solar. Jadi, solenoid ini terletak didalam injektor yang dikendalikan oleh ECM. Itulah beberapa nama komponen common rail dan fungsinya. Semoga jelas dan bermanfaat. Facebook Twitter Whatsapp

Mesin diesel common-rail memerlukan pengabutan tekanan yang sangat tinggi, dan pengabutan yang sempurna, untuk itu memerlukan bahan bakar kualitas baik untuk mendapat kinerja mesin diesel yang maksimal. Tekanan bahan bakar diesel common-rail berkisar 1.600-2.000 bar sedang diesel konvensional hanya mencapai 176-225 bar.

Artikel ini melanjutkan ulasan bertema common rail, sebagai pelengkap dan penambah literasi Bro-Sis dalam mendapatkan gambaran tentang cara kerja sistem bahan bakar common rail. Referensi berasal dari resume pribadi motohoby selama memberikan pengajaran/ pelatihan mekanik alat-alat bahan bakar common rail pada mesin Diesel mungkin masih terasa rumit untuk dipahami buat sebagian Bro-Sis, dan hal itu wajar mengingat pada kenyataannya akses untuk mempelajarinya sangat terbatas, khususnya dalam beberapa tahun silam dimana populasi mesin Diesel common rail belum sebanyak sekarang. Beruntungnya di saat sekarang ini, akses informasi semakin banyak di jumpai dari berbagai blog dan artikel dalam/ luar negeri dan juga banyak dijumpai disalah satu media berbagi video paling populer di Indonesia. Motohoby ingin turut mengulasnya sebagai alternatif dalam pemahaman sehingga Bro-Sis akan semakin percaya diri untuk mempelajari salah satu teknologi bahan bakar bakar terkini ini lebih lanjut. Pada kesempatan ini kita mulai dulu dari fungsi sensor-sensor yang terdapat didalam sistem bahan bakar common rail ini, tapi ingat mungkin saja nama/ fungsi sensor bisa berbeda antara satu merek mesin dengan merek yang lain karena terkait penerapan teknologi emisi gas buang yang berbeda-beda. dan berikut adalah sensor beserta fungsi nya untuk teknologi common rail untuk euro putaran crankshaft. Sesuai namanya, sensor ini berfungsi untuk membaca jumlah putaran crankshaft sensor rpm. Sensor ini terpasang di sekitar puli crankshaft ataupun di sekitar fly wheel. Sensor ini juga berfungsi untuk membaca posisi top silinder pertama sehingga ECU dapat menentukan firing order penginjeksian bahan bakar. Sensor ini merupakan sensor yang fital bagi kinerja sistem bahan bakar elektronik, dimana jika terdapat gangguan pada fungsi-fungsinya akan menyebabkan turunnya performa mesin atau bahkan mesin tidak dapat dihidupkan. Sed an Sensor putaran camshaft. Sensor ini menjadi pendukung fungsi sensor crankshaft, dan juga sekaligus sebagai back-up ketika sensor putaran crankshaft gagal menjalankan fungsinya. Artinya, ketika terjadi kegagalan fungsi sensor crankshaft mesin mungkin masih dapat dihidupkan namun tenaga mesin akan dibatasi rpm tertinggi tidak dapat terjadi Sensor tekanan rail. Terpasang pada salah satu ujung pipa rail yang berfungsi untuk membaca tekanan bahan bakar di dalam rail. Bersama dengan fungsi sistem pompa bahan bakar tekanan tinggi, sensor ini akan memastikan bahwa tekanan bahan - bakar didalam rail tidak kurang dan tidak melebihi nilai tekanan yang dianjurkan sehingga performa mesin tetap terjaga optimal disetiap perubahan rpm. Sensor tekanan bahan bakar pengisi. Sensor ini membaca tekanan bahan bakar setelah pompa pengisi jalur sistem tekanan rendah. Meskipun bukan termasuk sensor yang fital secara langsung, namun fungsinya akan menjadi pemicu munculnya informasi/ warning penyebab kekurangan tekanan tinggi didalam rail yang mungkin saja disebabkan sistem pensuplai bahan bakar tekanan rendah yang tidak bekerja sempurna. Sensor temperatur coolant. Coolant menjadi salah satu parameter penting untuk menentukan timing dan jumlah bahan bakar yang disemprotkan oleh injector, karenanya temperatur ini harus dibaca dan dikirimkan ke ECU. Sensor ini berfungsi untuk membaca temperatur cairan pendingin mesin tersebut sehingga dengan fungsinya ini sebuah mesin Diesel common rail akan mudah dihidupkan dalam cuaca dingin dan hemat bahan bakar ketika temperatur mesin telah hangat/ panas. Melalui sensor ini pula mesin common rail akan mati seketika ketika coolant telah mencapai temperatur overheat, sehingga kerusakan lebih parah dapat dikurangi. Sensor tekanan oli mesin. Tekanan oli menjadi salah satu pertanda sistem pelumasan telah bekerja. Artinya, ketika sesnsor ini mendeteksi bahwa tidak cukup tekanan oli maka mesin common rail akan dicegah hidup oleh ECU. Sensor tekanan oli akan membaca tekanan oli pada beberapa kondisi, yakni ketika kondisi mesin mati, kondisi ketika mesin di starter sebelum hidup, dan ketika mesin telah hidup. Fungsinya termasuk fital karena jika tekanan oli tidak mencukupi untuk membuat rpm mesin dinaikkan, maka rpm mesin tidak akan dinaikkan. Dengan kata lain, mungkin saja jumlah oli mencukupi tekanan oli cukup ketika mesin hidup di rpm idle namun tidak mencukupi ketika mesin berputar di rpm yang lebih tinggi. Kondisi tersebut tentu akan membahayakan mesin jika tidak diantisipasi dengan tepat, karenanya melalui signal dari sensor ini ECU akan mencegah rpm dinaikkan/ rpm ditahan di rpm tertentu saja. Sensor tekanan udara intake. Sensor ini membaca tekanan udara di dalam intake manifold. Tekanan udara ini menggambarkan jumlah udara yang tersedia, sehingga dengan data ini ECU dapat menentukan seberapa banyak bahan bakar yang akan disemprotkan oleh injector untuk mendapatkan perbandingan udara dan bahan bakar air fuel ratio yang paling tepat. Sensor temperatur udara intake. Masih dilokasi yang sama dengan lokasi sensor temperatur udara intake, sebuah sensor pembaca temperatur udara juga dipasangkan. Fungsinya sebagai koreksi sensor tekanan udara intake, karena temperatur akan menggambarkan jumlah pertikel oksigen di dalam seluruh udara yang masuk ke dalam intake manifold. Nah, kurang lebih itulah fungsi-fungsi sensor di dalam sistem bahan bakar common rail. Artikel tentang common rail ini akan kita sambung di artikel yang lain, in sha ALLAH, salam PRO.Lokasi sensor tekanan railLokasi sensor temperatur dan tekanan udara didalam intake manifoldLokasi sensor tekanan bahan bakar sistem tekanan rendah
Tekanan bervariasi sesuai dengan kondisi kecepatan dan beban mesin dari 20 MPa pada saat mesin idle, ke 135 MPa saat beban berat, kondisi operasi pada kecepatan tinggi. (Pada EFI-diesel konvensional, tekanan antara 10 dan 80 MPa.) ECU memerintahkan SCV (Suction Control Valve) untuk menyesuaikan volume bahan bakar yang masuk ke supply pump . ECU
Common Rail System adalah sebuah sistem injeksi bahan bakar yang digunakan pada mesin diesel saat ini. Meskipun teknologi Common Rail System ini sudah lama, namun karena kebutuhan akan tenaga mesin yang lebih besar dengan emisi gas buang yang lebih ramah lingkungan, maka Common Rail mengalami perkembangan yang cukup signifikan hingga menjadi tren teknologi mobil dengan mesin diesel saat ini. Common Rail System pada mesin diesel bisa dikatakan serupa dengan Electronic Fuel injection System pada mesin bensin. Prinsip kerja nya pun juga sama yaitu melakukan injeksi bahan bakar kedalam mesin dengan kontrol secara elektronik. Ini artinya, mesin diesel yang menggunakan teknologi Common Rail System juga sudah memakai Engine Control Unit ECU yang tak lain adalah komputer mesin guna mengatur sistem bahan bakarnya. Komponen Common Rail System Secara garis besar, ada 5 komponen utama pada Common Rail System yaitu ECU, Sensor, High pressure supply pump, Fuel rail, dan injektor. Berikut penjelasan masing-masing komponen pada Common Rail System. 1. Engine Control Unit ECU Engine Control Unit pada Common Rail System berfungsi untuk membaca data dari sensor kemudian menganalisanya, lalu memerintahkan aktuator mis injektor, Suction Control Valve,EGR,dll untuk bekerja sesuai dengan kebutuhan mesin agar output yang dihasilkan selalu optimal dan efisien. 2. Sensor Sensor yang ada pada Common Rail System ini juga banyak jumlahnya, mirip dengan EFI system. Sensor berfungsi untuk mendeteksi dan mengukur nilai-nilai fisik yang terjadi di mesin untuk kemudian diubah menjadi nilai listrik yang akan digunakan oleh ECU sebagai data masukan input tentang kondisi terkini yang ada di mesin. Berikut adalah sensor-sensor yang umum ada di Common Rail System Camshaft Position Sensor Crank Angle Position Sensor Engine Coolant Temperatur Sensor Accelerator Pedal Sensor Manifold Absolute Pressure Sensor Barometric Pressure Sensor Air Temperatur Sensor Oxygen Sensor Fuel Temperature Sensor Rail Pressure Sensor Knock Sensor 3. High Pressure Supply Pump High Pressure Supply Pump pada Common Rail System berfungsi untuk menaikkan atau menghasilkan bahan bakar bertekanan tinggi dan mensuplai bahan bakar bertekanan tinggi tersebut ke mesin melalui Fuel Rail dan Injektor. High Pressure Supply Pump dalam proses kerjanya menggunakan putaran mesin untuk menghasilkan tekanan bahan bakar. Bahan bakar bertekanan yang dihasilkan tersebut, kemudian dikirim menuju ke Fuel rail. Pada High Pressure Supply Pump dipasang suction control valve SCV dan fuel temperature sensor FT sensor. 4. Fuel Rail Common Rail Fuel Rail pada Common Rail System merupakan sebuah tempat berbentuk tabung yang berfungsi untuk menampung bahan bakar bertekanan tinggi yang sudah dihasilkan oleh Supply Pump sebelum bahan bakar dialirkan ke injektor untuk kemudian di injeksikan kedalam mesin. Selain menampung bahan bakar, Fuel Rail ini juga berfungsi untuk menjaga tekanan bahan bakar agar selalu tinggi dan tetap konstant sesuai dengan kebutuhan mesin. Oleh karena itu, pada Fuel Rail ini biasanya terdapat Fuel Pressure Limiter yang bertugas untuk mempertahankan tekanan tersebut. Nilai tekanan minimal yang dapat membuka katup pada pressure limiter ini berkisar diatas 220 MPa 32,000 psi, sedangkan jika kurang dari 50 MPa 7,250 psi maka katup akan menutup dengan sendirinya. Untuk membaca tekanan bahan bakar yang ada di dalam Fuel Rail ini, maka pada Fuel Rail juga dipasangkan sebuah sensor yang bernama Fuel Pressure Sensor. Dengan Begitu, maka ECU dapat dengan mudah membaca tekana yang terjadi didlam Fuel Rail. 5. Injector Injector pada Common Rail System memiliki rangkaian solenoid yang di desain khusus agar injector dapat bekerja mengalirkan bahan bakar ke dalam mesin sesuai dengan perintah dari ECU. Artinya, ketika ECU memberikan arus listrik ke injector, maka katup didalam injector akan terbuka dan bahan bakar bertekanan bisa di injeksikan secara langsng kedalam mesin. Dengan begitu, maka Injector pada Common Rail System ini berfungsi untuk menyemprotkan bahan bakar bertekanan tinggi ke dalam ruang bakar mesin dalam bentuk kabut. Injector dihubungkan secara langsung dengan Fuel Rail melalui sebuah pipa. Cara Kerja Common Rail System Perhatikan pada gambar rangkaian Common Rail System dibawah berikut Berikut adalah proses dan cara kerja pada common rail system Bahan bakar solar dari dalam tangki akan dialirkan menuju Fuel Filter untuk disaring Setelah disaring, kemudian solar mengalir masuk kedalam High Pressure Supply Pump Didalam High Pressure Supply Pump, solar dipompa dan ditekan masuk kedalam Fuel Rail secara terus menerus hingga menghasilkan tekanan tinggi yang sesuai dengan kebutuhan mesin Solar bertekanan tinggi juga akan masuk kedalam injector dan sudah dalam posisi standby siap di injeksikan. ECU mesin menerima data-data dari sensor kemudian menganalisa dan memutuskan injector untuk terbuka dengan mengalirkan listrik menuju ke solenoid didalam injector tersebut Ketika Injector terbuka, maka solar bertekanan tinggi akan ter injeksikan kedalam ruang bakar mesin dalam bentuk kabut, untuk kemudian dibakar oleh mesin sehingga mesin dapat bekerja. Baca Juga Perbandingan mesin bensin vs mesin diesel Apa itu turbo, fungsi dan manfaatnya bagi mesin Kelebihan dari Common Rail System Common Rail System menawarkan peningkatan atomisasi injeksi bahan bakar yang lebih baik lagi dibandingkan dengan sistem konvensional. Hal ini akan berimbas pada peningkatan dan penyempurnaan proses pembakaran di dalam mesin, efeknya tenaga mesin akan meningkat. Selain peningkatan tenaga mesin, Common Rail System juga memberikan kerja mesin yang lebih akurat sehingga mampu menurunkan konsumsi bahan bakar dan membuat getaran mesin lebih halus. Hal berikutnya yang bisa didapatkan dari penggunaan Common Rail System pada mesin diesel ini adalah tingkat emisi gas buang yang lebih rendah dan ramah lingkungan Ini berarti Common Rail System bisa menekan polusi udara agar selalu rendah. Kekurangan dari Common Rail System Teknologi yang digunakan pada Common Rail System tergolong canggih sehingga harga komponen untuk penggantian dan perbaikannya pun terbilang cukup mahal. Common Rail System membutuhkan bahan bakar solar yang benar-benar bersih dan berkualitas. Penggunaan bahan bakar solar yang buruk dapat mempercepat kerusakan pada mesin berikut Common Rail nya. Dalam perawatannya, mesin dengan Common Rail System tergolong sulit untuk diperbaiki dan dilakukan di bengkel-bengkel umum, terlebih jika perbaikannya sudah merambat masuk pada ECU dan sistem kontrol elektrisnya.

Teknologi CRI Pada Engine Diesel. CRI (Common Rail Injection) merupakan teknologi pada fuel system yang jugadipakai pada engine komatsu 6D140E-3 dan 6D170E-3 series. Kedua tipe engine ini sudah memenuhi standard emisi gas buang sehingga tipe engine tersebut sudah termasuk ramah lingkungan. Dilihat dan dibandingkan dengan fuel system lain, CRI

Diesel commonrail susah hidup - Saat mesin diesel dihidupkan, biasanya hanya perlu dihidupkan sekali, dan membutuhkan lebih dari 30 menit untuk pemanasan mesin. Pada saat yang sama, jika mesin diesel perlu diselesaikan 3 hingga 5 kali sebelum dihidupkan, masalah dapat terjadi. Perlu diketahui bahwa mesin diesel termasuk beberapa mobil yang seringkali sulit dihidupkan karena memiliki efisiensi termal yang lebih tinggi daripada mesin yang menggunakan bahan bakar pasaran mesin diesel memiliki dua jenis, yakni Diesel Konvensional di mana memakai sistem bahan bakar konvensional, seperti bus dan truk Diesel Commonrail yang menerapkan teknologi electric injection, sehingga membuat ketersediaan bahan bakar mudah dikontrolBerikut ini merupakan beberapa faktor-faktor yang menyebabkan mesin diesel commonrail susah hidup dan cara mengatasinya 1. Filter Bahan BakarFilter bahan bakar digunakan untuk menyaring kotoran dalam sistem suplai bahan bakar diesel. Dengan begitu, solar yang masuk ke ruang bakar menjadi lebih bersih. Jika terlalu banyak kotoran yang terkumpul, akan menyebebakan masalah penyumbatan suplai bahan bakar. Gejala pertama yang menjadi tanda apabila bermasalah dengan filter bahan bakar adalah dengan memeriksa indikator check engine atau water separator menyala atau tidak. Kemudian, suplai bahan bakar injektor harus terpengaruh karena belum mencapai jumlah yang semestinya. Akhirnya, mesin itu menjadi sulit Bahan Bakar yang Tidak SesuaiSebagai bahan bakar utama kendaraan diesel, ketika pemiliknya mengisi solar yang bermasalah, solar terkadang membuat kendaraan sulit dihidupkan. Masalah solar antara lain oplosan jenis lain yang terlalu kotor dan bercampur air, serta jenis oplosan lain yang bercampur dengan cairan lain. Oleh karena itu harus selalu memastikan bahwa solar yang digunakan adalah produk yang berkualitas jika tidak ingin menyebabkan mesin diesel mati secara tiba-tiba. Umumnya jenis yang dgunakan pada diesel commonrail adalah minimal dexlite produk dari Pipa Bahan Bakar BermasalahPipa atau selang bahan bakar memang menjadi bagian yang penting, karena disinilah bahan bakar solar mengalir ke injektor bahan bakar. Jika bocor, robek atau lepas, dapat dipastikan bahwa bahan bakar tidak dapat mencapai injektor. Risikonya adalah mesin diesel sulit dinyalakan. Selain itu, solar akan disebarkan ke bagian lain dari mesin. Padahal, itu memiliki risiko bahaya yang lebih besar. Bila selang atau pipa bermasalah sebaiknya ganti dengan yang Priming Pump RusakPriming pump terkadang masih digunakan di beberapa mesin diesel commonrail. Fungsinya untuk membantu pompa suplai memompa solar dari tangki bahan bakar. Ketika priming pump rusak, solar tidak dapat diserap dengan baik. Inilah salah satu alasan mengapa mesin sulit dihidupkan karena solar tidak dapat mengalir ke injektor. Untuk mengatasi masalah tersebut dengan cara selalu merawat priming pump secara Masalah Supply PumpPada bagian priming pump telah disebutkan adanya rakitan supply pump pada mesin diesel common rail. Fungsi utamanya adalah untuk memompa bahan bakar solar ke dalam fuel rail bertekanan tinggi agar bahan bakar dapat diinjeksikan ke dalam injektor. Namun, beberapa masalah dapat terjadi pada supply pump, misalnya SCV Suction Control Valve merupakan bagian dari supply pump. Jika SCV rusak, bocor, atau tersumbat dapat mungkin menyulitkan menghidupkan mesin. Supply pump bahan bakar yang baru dipasang harus diinisialisasi ke ECU. Jika tidak diinisialisasi, indikator cek mesin mobil pasti akan menyala. Akibatnya mesin sulit Fuel Rail BermasalahFuel rail bakar atau sering disebut juga common rail memiliki dua komponen utama yaitu fuel rail pressure limiter dan fuel rail pressure sensor. Jika kedua komponen ini rusak atau bermasalah, pembacaan ECU dari tekanan bahan bakar di fuel rail tidak akurat. Dengan memeriksa apakah indikator check engine menyala akan mendapat peringatan dini. Lalu, mesin juga sulit distarter apabila Masalah InjektorInjektor fungsinya untuk mengubah solar bertekanan menjadi kabut bahan bakar, agar mesin bisa bekerja normal. Namun bila ada masalah dengan injektor, mesin pasti sulit dihidupkan. Mesin diesel commonrail sering mengalami masalah dengan injektor, misalnya injektor mampet, injektor tidak terdaftar di ECU karena sudah diganti dengan baru, dan injektor belum learning karena sudah diganti baru dipasang. Learning adalah proses memperkenalkan ECU ke dalam kondisi komponen Sensor Commonrail RusakMesin diesel common rail memiliki sensor yang bisa dijadikan acuan saat mengoperasikan fuel injector dan berbagai aktuator lainnya. Tentunya ini juga terkait dengan sistem common rail. Beberapa sensor tersebut adalah sensor CKP sensor ini dapat digunakan untuk mengukur sudut putaran crankshaft, sensor CMP sensor ini dapat digunakan untuk mengukur sudut putaran camshaft, dan sensor MAP sensor ini dapat digunakan untuk mengukur tekanan di intake manifold. Jika salah satu sensor yang disebutkan di atas mengalami kerusakan maka akan berdampak negatif pada sulitnya menghidupkan ECU BermasalahECU adalah kontrol dari seluruh sistem commonrail. Berfungsi untuk membaca, memproses, dan menentukan komponen mana yang bekerja sesuai dengan kebutuhan mesin. Kerusakan ECU dapat menyebabkan mobil tidak dapt menyala. Masalah karena Vehicle Identification Number VIN sudah diganti, maka belum terdaftar di ECU, bisa juga bisa karena mengganti ECU yang modelnya tidak sesuai dengan jenis Kurangnya Perawatan Berkala Masalah penting yang harus dihindari adalah lupa perawatan secara rutin. Untuk mendapatkan performa terbaik harus merawat mesin kendaraan diesel commonrail secara rutinDiatas merupakan cara perawatan dan perbaikan pada commonrail apabila mengalami susah hidup. Semoga dapat bermanfaat dalam melakukan perawatan diesel khususnya commonrail.
mQXB8t.
  • wer98z4xhw.pages.dev/79
  • wer98z4xhw.pages.dev/27
  • wer98z4xhw.pages.dev/318
  • wer98z4xhw.pages.dev/161
  • wer98z4xhw.pages.dev/4
  • wer98z4xhw.pages.dev/348
  • wer98z4xhw.pages.dev/373
  • wer98z4xhw.pages.dev/74
  • sensor sensor pada mesin diesel common rail