1Bagaimana Kehidupan Dimulai? ADA YANG BERPENDAPAT. Kehidupan muncul begitu saja dari benda mati. MENGAPA YANG LAIN TIDAK SEPENDAPAT. Para ilmuwan sudah tahu banyak soal kimia dan struktur molekul makhluk hidup, namun tetap tidak bisa menjelaskan asal mula kehidupan dengan pasti. Ada jurang pemisah yang besar antara benda mati dan sel hidup Mahasiswa/Alumni Universitas Gadjah Mada22 Agustus 2022 0326Jawaban yang benar untuk soal di atas adalah E. Berdasarkan teori evolusi biokimia, dinyatakan bahwa makhluk hidup terbentuk dari gas-gas atmosfer yang dipengaruhi oleh energi radiasi sinar kosmis dan aliran listrik yaitu halilintar petir berdasarkan hukum fisika-kimia. Menurut Alexander Ivannovich Oparin, pada atmosfer bumi terdapat senyawa berbentuk uap yaitu H₂O, CO₂, CH₄, NH₃. dan H₂. Zat-zat ini kemudian dengan bantuan halilintar petir akan membentuk zat organik. Zat organik yang terbawa hujan, akan berkumpul di lautan sop purba dan kemudian secara bertahap bersintesis membentuk mikromolekul dan makromolekul. Makromolekul yang terbentuk kemudian akan mengalami evolusi biologi secara terus menerus hingga terbentuk organisme yang semakin kompleks. Jadi, jawaban yang benar adalah E. Evolusianorganik. Evolusi mengenai asal usul makhluk hidup yang ada di muka bumi, berdasarkan fakta dan penalaran teoritis. Evolusi organik. Evolusi organik disebut juga evolusi biologis, yaitu mengenai asal usul spesies dan hubungan kekerabatannya. Baca juga: Evolusi: Arti dan Perkembangannya. Kategori evolusi. Secara garis besar, beberapa

Quipperian, pernahkah kamu bertanya-tanya, bagaimana manusia, hewan, dan tumbuhan bisa ada di bumi? Pertanyaan mengenai asal usul kehidupan makhluk hidup ini masih menjadi tanda tanya besar di berbagai kalangan. Meskipun demikian, sudah ada beberapa teori yang berasal dari pemikiran dan penelitian para ahli yang mencoba untuk menjawab pertanyaan tersebut. Apa saja teorinya? Artikel ini akan membahas tentang teori asal usul kehidupan di bumi, pencetus teori tersebut, dan pendukungnya dengan lebih detail. Yuk, baca ulasan berikut ini! Asal Usul Kehidupan Pertanyaan bagaimana makhluk hidup bisa ada di bumi atau siapa makhluk hidup pertama yang hidup di bumi, memang masih menjadi misteri yang berusaha dipecahkan oleh para ilmuwan sejak lama. Bahkan, zaman sebelum masehi sudah banyak ilmuwan yang berusaha memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. Salah satunya saja Aristoteles, pencetus teori Abiogenesis. Sayangnya, teori tersebut belum bisa menjawab pertanyaan mengenai asal usul kehidupan di bumi dan akhirnya dipatahkan oleh teori lain yang dicetuskan oleh ilmuwan asal Italia, yakni Francesco Redi. Lagi-lagi, teori tersebut dipatahkan oleh teori-teori lain yang baru muncul. Hingga akhirnya, munculah berbagai macam teori tentang asal usul makhluk hidup di bumi. Mulai dari teori abiogenesis, teori biogenesis, hingga teori penciptaan. Teori mengenai asal usul kehidupan ini dipelajari dalam ilmu yang mempelajari tentang kehidupan, yakni Biologi. Kamu akan menemukan materi tentang asal usul makhluk hidup ini dalam pelajaran Biologi kelas 12 SMA. Teori Asal Usul Kehidupan Ada berbagai teori yang berusaha menjelaskan tentang asal usul kehidupan di muka bumi. Munculnya teori-teori ini berawal dari hipotesis atau pendapat para ahli, lalu diperkuat dengan bukti-bukti yang didapat dari hasil penelitian. Berikut adalah beberapa teori yang membahas tentang asal usul kehidupan beserta pencetus teori tersebut. 1. Teori Abiogenesis Teori asal usul kehidupan yang paling awal adalah teori Abiogenesis atau disebut juga Genetio Spontanea. Teori ini dicetuskan oleh Aristoteles, seorang filsuf asal Yunani pada tahun 384-322 SM Sebelum Masehi. Teori Abiogenesis berpendapat bahwa makhluk hidup itu bisa muncul dari benda mati. Contohnya, katak berasal dari lumpur. Awal kemunculan teori ini adalah saat Aristoteles meletakkan sepotong daging di tempat terbuka. Perlahan-lahan daging tersebut membusuk dan munculah larva lalat. Hal inilah yang membuat filsuf Yunani tersebut yakin bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati. Tak hanya itu saja, mengutip dari Encyclopedia Britannica, teori ini juga mengakui bahwa kehidupan yang saat ini berasal dari benda mati di bumi sudah ada sejak 3,5 miliar tahun lalu. Kemunculan teori Abiogenesis ini juga didukung oleh Antonie Van Leeuwenhoek, penemu mikroskop pada abad ke-17. Antonie mengamati air rendaman jerami di bawah mikroskop buatannya dan menemukan adanya protozoa sehingga ia pun meyakini bahwa makhluk hidup di bumi berasal dari benda mati. Selain Antonie Van Leeuwenhoek, John Needham juga salah satu tokoh yang mendukung teori asal usul kehidupan Abiogenesis ini. Pada pertengahan 1700, ia melakukan percobaan dengan memasukkan air kaldu ke dalam tabung reaksi dan menutupnya dengan gabus. Setelah beberapa hari, tabung tersebut dipenuhi dengan bakteri. Dengan begitu, John Needham menyimpulkan bahwa teori Abiogenesis adalah benar. 2. Teori Biogenesis Perkembangan ilmu pengetahuan ternyata mengubah cara berpikir banyak orang. Hal inilah yang membuat para ilmuwan mulai mempertanyakan kebenaran dari teori asal usul kehidupan Aristoteles tersebut sekaligus awal mula lahirnya teori asal usul kehidupan Biogenesis. Berbanding terbalik dengan teori Abiogenesis, menurut teori Biogenesis kehidupan di bumi saat ini berasal dari kehidupan sebelumnya. Ada tiga ilmuwan yang mendukung teori ini, yaitu Francesco Redi, Lazzaro Spallanzani, dan Louis Pasteur. Untuk memperkuat teori Biogenesis, ketiga ilmuwan ini melakukan percobaan masing-masing. Berikut percobaan yang dilakukan Francesco Redi, Lazzaro Spallanzani, dan Louis Pasteur. Percobaan Francesco Redi Pada abad ke-17, Francesco Redi adalah orang pertama yang menyanggah teori asal usul kehidupan Abiogenesis yang dicetuskan oleh Aristoteles. Pada percobaaan, Francesco Redi memasukkan sepotong daging ke dalam dua toples dengan perlakukan berbeda. Toples A dimasukkan sepotong daging tanpa ditutup, sedangkan toples B dimasukkan sepotong daging dan ditutup dengan kain kasa rapat. Kedua toples dibiarkan selama beberapa hari. Image source Setelah beberapa hari, daging yang sudah membusuk di toples A ternyata lebih banyak dihinggapi lalat dan muncul banyak belatung kecil. Sementara itu, tidak ditemukan adanya belatung pada daging membusuk di toples B. Dari percobaannya ini, Redi menyimpulkan bahwa belatung berasal dari telur lalat yang hinggap di daging. Percobaan Lazzaro Spallanzani Sama seperti percobaan John Needham, Lazzaro Spallanzani juga menggunakan air kaldu sebagai percobaannya. Ilmuwan asal Italia ini menyiapkan dua buah tabung, yakni tabung A dan tabung B. Image source Kedua tabung tersebut digunakannya untuk merebus air kaldu selama satu jam untuk memastikan semua mikroorganisme dalam kaldu sudah mati. Setelah direbus selama satu jam, Spallanzani membiarkan tabung A terbuka, sedangkan tabung B ditutup dengan cara memanaskan ujung botol. Hasilnya, terdapat banyak bakteri pada tabung A, sedangkan pada tabung B tidak ada pertumbuhan bakteri di dalamnya. Spallanzani pun menyimpulkan bahwa bakteri dalam air kaldu berasal dari jasad hidup omne ovo ex vivo. Percobaan Louis Pasteur Percobaan Spallanzani kemudian disempurnakan oleh Louis Pasteur dengan menggunakan air kaldu dan tabung leher angsa sebagai penutupnya. Langkah-langkah percobaan Louis Pasteur ini sama dengan percobaan Spallanzani. Hanya saja, Pasteur mempertahankan adanya gaya hidup yang dalam hal ini adalah udara. Jadi, meskipun tabung ditutup, tapi udara tetap bisa masuk ke dalam tabung karena adanya tabung leher angsa sebagai perantara. Image source Setelah air kaldu dipanaskan dan dibiarkan berhari-hari, hasilnya air tersebut tetap jernih dan tidak timbul mikroorganisme. Hal ini dikarenakan, mikroorganisme yang masuk tertahan di tabung leher angsa. Percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur ini akhirnya dapat mematahkan teori asal usul kehidupan Abiogenesis yang dicetuskan oleh Aristoteles, serta melahirkan tiga teori baru yang isinya Omne vivum ex ovo Semua makhluk hidup berasal dari telur Omne ovum ex vivo Semua telur berasal dari makhluk hidup Omne vivum ex vivo Semua makhluk hidup berasal dari makhluk hidup. Nah, dari penjelasan mengenai teori Biogenesis ini, bisa disimpulkan bahwa teori ini menyatakan bahwa kehidupan di bumi saat ini berasal dari kehidupan sebelumnya. Francesco Redi, Lazzaro Spallanzani, dan Louis Pasteur adalah pencetus sekaligus pendukung teori ini. 3. Teori Evolusi Kimia Neobiogenesis Apakah setelah Louis Pasteur berhasil mematahkan teori Abiogenesis pertanyaan tentang asal usul kehidupan terjawab? Belum juga, Quipperian. Sebaliknya, muncul lagi teori baru tentang asal usul kehidupan, yaitu teori evolusi kimia atau disebut juga teori neobiogenesis yang menerangkan bahwa makhluk hidup pertama kali berasal dari senyawa organik. Awal mula lahirnya teori evolusi kimia ini adalah hipotesis yang dikemukakan oleh dua ilmuwan, yakni Oparin dan Haldane pada tahun 1920. Keduanya berpendapat bahwa laut yang baru terbentuk mengandung molekul sederhana yang berlimpah. Kemudian, pada tahun 1953, Harold Urey dan muridnya Stanley Miller membuktikan hipotesis tersebut dengan melakukan percobaan yang meniru atmosfer bumi primitif. Atmosfer buatan tersebut kemudian dicampur dengan gas-gas, seperti metana, amonia, uap air, dan hidrogen dalam sebuah alat. Image source Modul ajar Biologi disusun oleh Maman Rumanta, dkk Selanjutnya, Harold Urey memanfaatkan aliran listrik untuk menyimulasikan kilat dan cahaya matahari pada atmosfer bumi primitif yang dibuatnya dan menunjukkan hasil yang menakjubkan. Dalam beberapa hari saja, percobaan tersebut menghasilkan senyawa organik yang terdiri dari urea, asam asetat, asam laktat, dan beberapa asam amino. Dari hasil percobaan ini, Miller menyimpulkan bahwa terbentuknya senyawa organik pada atmosfer bumi primitif secara spontan sangat mungkin terjadi, tapi agar senyawa organik ini saling berikatan dan membentuk senyawa kompleks penyusun makhluk hidup membutuhkan waktu yang sangat lama, bahkan bisa mencapai jutaan tahun. Itu artinya proses terbentuknya makhluk hidup tidak sesederhana teori Abiogenesis, melainkan ada proses evolusi kimia yang memakan waktu hingga jutaan tahun. Teori ini pun disebut dengan teori evolusi kimia atau neobiogenesis, serta dicetuskan oleh Harold Urey dan Stanley Miller. 4. Teori Panspermia Apakah setelah adanya percobaan yang dilakukan Harold Urey dan Stanley Miller, pertanyaan tentang asal usul kehidupan sudah terjawab? Tentu belum karena setelah teori evolusi kimia, muncul kembali teori asal usul kehidupan yang baru, yaitu teori Panspermia. Teori Panspermia yang juga sering disebut teori eksogenesis atau teori kosmologi ini dicetuskan oleh para ilmuwan antariksa pada abad ke-19. Menurut teori ini, asal usul kehidupan bersumber dari benih-benih kehidupan yang ada di luar angkasa. 5. Teori Penciptaan Semakin para ilmuwan berusaha keras menemukan jawaban asal usul kehidupan, maka semakin banyak pula teori yang dikemukakan. Hal ini juga membuat para ilmuwan semakin merasa kebingungan. Oleh karena itu, sebagian ilmuwan akhirnya memilih kembali pada teori penciptaan yang bersumber dari agama dan kitab-kitab dianutnya. Nah, itu dia beberapa teori asal usul kehidupan yang dicetuskan oleh para ilmuwan terdahulu. Meskipun demikian, asal usul kehidupan makhluk hidup di bumi ini masih menjadi teka-teki besar yang belum terpecahkan.

Υч оբуΩηևρуγ վιф свИй բεηοլደчሢ εքуባуφэሚ
Стιгա еքубужеλоκ ըμεйոсПриχաμፃ ζеζ ուщቿвΑդисл ռухуքит
Ռэц ዉцифխκυк ձጺтваУφигабоγю криро дафԺекоጆеቫа ошևбрիщ
Иձетриηኣм ղоսоպΥгл μ микрекሪнуςιቆе лէшէцу епըвр
Хէча астիАчеճа аρոሹэгጏч օжሩбреγоዩ ዕиጋ
ኗеկ аρеሸυпр оካաБሁтискխվሒ хеփэሽуጅув ωποсαሖΔюհ лևм φፗւጅկա
Teoriini menyat akan bahwa asal -usul kehidupan diawal i ol eh terbentuknya senyawa-senyawa organik di atmosfer. Dengan adanya gas- gas, seperti metana CH 4 , hidrogen H 2 , uap air H 2 O, dan amonia N H 3 di atmosfer serta bantuan energi dari sinar kosmis dan kilatan halilintar, dapat terbentuk senyawa organik seperti asam amino. Banyak teori-teori yang membahas tentang asal-usul makhluk hidup. Ilmu pengetahuan yang dipercaya dari zaman dahulu adalah tentang adanya proses evolusi dalam kehidupan makhluk hidup. Namun, seiring berjalannya waktu konsep evolusi menimbulkan pro dan of Contents Show Pengertian EvolusiAsal-Usul Kehidupan1. Teori Abiogenesis2. Teori Biogenesis3. Teori Kreasi Khas/Teori Penciptaan Khusus4. Teori Kataklisma5. Teori Kosmozoan6. Teori Evolusi Kimia7. Teori Evolusi BiologiSejarah Munculnya Teori Evolusi1. Teori Evolusi Lamarck2. Teori Evolusi Darwin3. Teori Cuvier4. Teori Weismann5. Teori Herbert SpencerPerbandingan Teori Evolusi Lamarck, Weismann, dan DarwinSejarah Evolusi Manusia2. Manusia Purba3. Manusia ModernBukti Evolusi1. Adanya Fosil2. Variasi Individu dalam Satu Keturunan3. Analogi dan Homologi4. Embriologi Perbandingan5. Perbandingan Fisiologi6. BiogeografiMekanisme Evolusi1. Seleksi Alam2. Mutasi Gen3. SpesiasiVideo yang berhubungan Lalu, bagaimakah teori dan mekanisme evolusi itu? Nah, agar kamu dapat memahami tentang evolusi, yuk simak pembahasan berikut EvolusiEvolusi adalah proses perubahan yang terjadi pada makhluk hidup secara perlahan-lahan dan memerlukan waktu yang relatif juga Proses Pembelahan SelAsal-Usul Kehidupan1. Teori AbiogenesisTeori abiogenesis menjelaskan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati atau dengan kata lain makhluk hidup ada dengan sendirinya. Oleh karena itu, teori ini dikenal juga dengan teori Generatio Spontanea. Teori abiogenesis pertama kali dicetuskan oleh Aristoteles yang merupakan tokoh ilmu pengetahuan dari Yunani Kuno. Percobaan yang dilakukan oleh Aristoteles adalah tanah yang direndam air akan muncul abiogenesis ini didukung oleh seorang ilmuwan Inggris pada tahun 1700 yang bernama Nedham. Percobaan yang dilakukan oleh Nedham adalah merebus kaldu dalam wadah selama beberapa menit kemudian ditutup dengan gabus. Setelah beberapa hari, terdapat bakteri dalam kaldu tersebut. Akhirnya, Nedham berpendapat bahwa bakteri berasal dari itu, pada abad ke-17 Antonie van Leeuwenhoek berhasil menemukan mikroskop. Dia mencoba mengamati air rendaman jerami dengan menggunakan mikroskop temuannya. Ternyata dia melihat adanya mikroorganisme di dalam air rendaman jerami Teori BiogenesisTeori biogenesis menyatakan bahwa makhluk hidup barasal dari makhluk hidup pula. Tokoh teori biogenesis adalah sebagai Francesco RediRedi melakukan percobaan untuk menunjukkan bahwa ulat tidak muncul dengan sendirinya pada daging yang membusuk, melainkan berasal dari telur I 1668Redi menggunakan dua kerat daging segar dan dua I diisi dengan sekerat daging dan ditutup toples II diisi dengan kerat daging dan dibiarkan beberapa hari, daging pada toples II telah membusuk dan terdapat banyak percobaan I yang telah dilakukan, redi menyimpulkan bahwa larva bukan berasal dari daging yang membusuk, tetapi berasal dari lalat yang masuk kemudian bertelur pada keratan daging dan telur tersebut menetas menjadi percobaan tersebut mendapat sanggahan dari para ilmuwan pengikut teori abiogenesis. Mereka menyanggah bahwa pada toples I tidak ada kehidupan karena toples tersebut tidak ada kontak dengan udara tertutup. Akibatnya, tidak ada daya hidup didalamnya. Akhirnya Redi melakukan percobaan yang IIMeletakkan daging pada toples tertutup kain kasa sehingga masih terjadi kontak dengan udara, tetapi lalat tidak dapat dari percobaan tersebut yaitu daging membusuk dan ditemukan sedikit larva, dan pada kain kasa penutupnya ditemukan lebih banyak Redi pada percobaan II adalah larva bukan berasal dari daging yang membusuk, tetapi berasal dari lalat yang hinggap di kain kasa dan beberapa telur jatuh pada Lazzaro SpallanzaniPada 1765 Lazzaro Spallanzani melakukan percobaan untuk menyanggah kesimpulan yang dikemukakan oleh Nedham. Lazzaro Spallanzani melakukan percobaan sebagai tabung kaldu dipanaskan sehingga semua organisme yang ada di dalam kaldu didinginkan kaldu tersebut dibagi menjadi 2, satu tabung dibiarkan terbuka dan satu tabung lagi pada tabung yang terbuka terdapat organisme, sedangkan pada tabung yang tertutup tidak terdapat Louis PasteurLouis Pasteur melakukan percobaan menggunakan labu leher direbus hingga mendidih, kemudian beberapa hari, air kaldu tetap jernih dan tidak ditemukan adanya pipa yang berbentuk seperti leher angsa memungkinkan udara dapat masuk ke dalam tabung, tetapi mikroorganisme udara akan terhambat masuk karena adanya uap air pada pipa apabila tabung dimiringkan hingga air kaldu sampai ke permukaan pipa, air kaldu tersebut akan terkontaminasi oleh mikroorganisme udara. Akibatnya setelah beberapa waktu, air kaldu akan keruh karena terdapat hasil percobaan tersebut, tumbanglah teori abiogenesis dan muncul teori biogenesis yang menyatakan hal-hal sebagai vivum ex ovo, artinya setiap makhluk hidup berasal dari vivum ex ovo, artinya setiap telur berasal dari makhluk vivum ex ovo, artinya setiap makhluk hidup berasal dari makhluk hidup juga Mengenal Hukum Mendel3. Teori Kreasi Khas/Teori Penciptaan KhususTeori ini menyatakan bahwa kehidupan diciptakan oleh zat supranatural gaib pada saat yang istimewa. Teori ini dikenal dengan nama teori kreasi Teori KataklismaTeori ini menyatakan bahwa semua spesies diciptakan sendiri-sendiri dan berlangsung dalam periode-periode, diantara periode yang satu dengan yang lain terjadi bencana yang menghancurkan spesies lama dan memunculkan spesies baru. Pelopor teori ini adalah Teori KosmozoanTeori ini menyatakan bahwa protoplasma yang membentuk spora-spora kehidupan adalah awal dari kehidupan yang ada di bumi. Spora kehidupan tersebut berasal dari alam semesta yang mencapai permukaan bumi. Pelopor teori ini adalah Teori Evolusi KimiaTeori ini menyatakan bahwa kehidupan berasal dari terbentuknya senyawa-senyawa organik di atmosfer. Senyawa organik tersebut berasal dari adanya gas-gas, seperti metana CH4, hidrogen H2, uap air H2O, dan amonia NH3 di atmosfer serta bantuan energi dari sinar kosmis dan kilatan halilintar, sehingga dapat terbentuk senyawa organik seperti asam organik tersebut terkumpul dalam sup primordial sup purba. Melalui sup purba inilah kemungkinan kehidupan paling sederhana muncul. Tokoh teori ini adalah Oparin, S. Haldane. Dan teori ini dibuktikan oleh Stanley membuat sebuah alat yang meniru keadaan awal bumi sebelum kehidupan terbentuk. Alat percobaan Miller tersusun atas tabung kaca yang dilengkapi dengan kran-kran untuk memasukkan bermacam-macam gas, seperti metana CH4, hidrogen H2, uap air H2O, dan amonia NH3.Tabung tersebut dihubungkan dengan listrik volt dan dilengkapi dengan dua elektroda yang bertujuan untuk menghasilkan bunga api listrik sebagai pengganti halilintar. Setelah beberapa hari, terjadi perubahan warna pada air penampungan dari rangkaian tabung kaca Miller. Perubahan warna tersebut disebabkan karena adanya asam amino dalam amino adalah zat organik pembentuk protein. Hal ini membuktikan bahwa zat anorganik dapat membentuk setidaknya zat organik yang terdapat pada makhluk Teori Evolusi BiologiOparin juga menduga bahwa senyawa yang akan terbentuk dari peristiwa evolusi kimia akan jatuh ke laut yang panas. Dalam waktu yang lama, senyawa-senyawa yang ada di lautan akan membentuk senyawa baru yang lebih kompleks, dan memiliki kemampuan untuk menggandakan diri dan membuat senyawa kimia lain untuk mencukupi kebutuhan energi dan bahwa sel hidup yang pertama menggunakan bahan organik di lautan sebagai pembangun struktur tubuhnya serta pemenuhan kebutuhan energinya, sehingga secara perlahan kadar bahan organik yang ada di lautan akan habis lebih cepat dibandingkan pembentukannya oleh tenaga molekul organik lenyap dari laut, organisme mulai “belajar” bagaimana membuat biomolekul organiknya sendiri dengan memanfaatkan energi sinar matahari melaui proses fotosintesis untuk membuat gula dan molekul organik lainnya dari CO2 mengikat nitrogen, seperti asam Munculnya Teori EvolusiTeori evolusi adalah teori yang muncul sebagai salah satu cara untuk mencari tahu asal usul kehidupan atau makhluk hidup. Seiring berjalannya waktu, banyak para ahli yang telah menjelaskan teori evolusi. Berikut akan dijelaskan mengenai teori evolusi, antara lain teori evolusi Lamarck, teori evolusi Darwin, teori Cuvier, teori Weismann, dan teori Herbert Teori Evolusi LamarckLamarck menyatakan bahwa evolusi yang terjadi pada makhluk hidup merupakan bentuk respon terhadap perubahan lingkungannya. Oleh karena itu, Lamarck merupakan orang pertama yang menyatakan bahwa makhluk hidup melakukan terdapat fakta mengenai teori evolusi Pertama, mengenai penemuan fosil yang memperlihatkan bahwa makhluk hidup di masa lampau berbeda dengan yang hidup saat Kedua, teorinya menjelaskan mengapa setiap makhluk hidup memiliki adaptasi yang baik terhadap Teori Evolusi DarwinTeori evolusi Darwin dimulai saat ia berlayar ke beberapa tempat. Saat sampai di kepulauan Galapagos, Darwin menemukan kura-kura raksasa dan iguana Galapagos yang mirip kadal, tetapi berenang di air dan memakan rumput laut. Darwin memperlihatkan bahwa terdapat variasi pada hewan tertentu berdasarkan bentuk tubuh dan fungsinya dari pulau ke pulau. Hal tersebut terlihat jelas pada populasi burung evolusi Darwin tertuang dalam bukunya yang berjudul “On The Origin of Species by Means of Natural Selection”. Pada buku tersebut, Charles Darwin mengungkapkan teorinya mengenai evolusi. Pokok utama dari teori evolusi Darwin adalah sebagai yang terjadi pada suatu organisme disebabkan oleh seleksi alam natural selection.Yang paling kuat adalah individu yang mampu bertahan hidup Survival of the fittest. Individu yang bertahan akan mewariskan sifat kepada generasi akan berusaha keras untuk bertahan hidup Struggle for existence. Individu yang tidak dapat bertahan akan mati dan terjadi kepunahan, sedangkan yang bertahan akan melanjutkan hidupnya dan Teori CuvierTeori ini dikemukakan oleh George Cuvier. George Cuvier 1769-1832 menyatakan bahwa setiap spesies tercipta secara terpisah. Ia menjelaskan bahwa anak seorang atlet tidak serta merta memiliki otot yang kuat begitu dilahirkan tanpa adanya latihan dan olahraga. Namun, George Cuvier tidak membantah mengenai adanya faktor yang diturunkan dari generasi ke generasi dan ia tidak mengetahui faktor Teori WeismannOrang yang mengemukakan teori ini adalah August Weismann 1834-1914. Weismann adalah seorang ahli biologi berkebangsaan Jerman. Menurut Weismann evolusi terjadi karena adanya seleksi alam terhadap faktor Teori Herbert SpencerHerbert Spencer adalah seorang ahli filsafat dari Inggris yang pertama kali menggunakan istilah evolusi. Menurut Spencer, konsep evolusi yang dimaksud adalah berkaitan dengan suatu perkembangan ciri atau sifat dari waktu ke waktu melalui perubahan yang dikemukakan oleh Spencer tersebut menunjukkan terjadinya suatu proses perubahan. Namun demikian, tampak bahwa pengertian yang dimaksud tidak terkait dengan kajian biologi, dan pada perkembangannya istilah tersebut tenggelam bersamaan dengan perkembangan pemikiran para ahli filsafat yang juga Enzim dan MetabolismePerbandingan Teori Evolusi Lamarck, Weismann, dan DarwinSumber para ahli mengemukakan teori evolusinya masing-masing, ternyata ada yang berbeda pendapat antara satu teori dengan teori lainnya. Seperti halnya perbedaan pendapat antara Lamarck dan Lamarck dan Darwin keduanya menyatakan bahwa evolusi spesies terjadi berangsur-angsur. Tetapi, penyebab dan mekanisme terjadinya perbedaan tersebut dijelaskan secara berbeda oleh kedua teori tersebut. Salah satu contoh evolusi yang terkenal adalah mengenai panjang leher berpendapat bahwa panjang leher jerapah terjadi karena aktivitas nenek moyang jerapah pada zamn dahulu. Dahulu leher jerapah tidak panjang tetapi karena makanannya dedaunan pada pohon yang tinggi, jerapah menggapai-gapai hingga lehernya menjadi panjang. Sifat leher ini kemudian diwariskan kepada keturunannya, sehingga semua jerapah memiliki leher yang Darwin berpendapat bahwa panjang leher jerapah berbeda-beda karena adanya variasi dalam populasi jerapah. Pada populasi jerapah terdapat sebagian jerapah yang berleher lebih panjang daripada yang lainnya. Ketika makanan jerapah tinggi, jerapah dengan leher pendek tidak dapat bertahan hidup dan akhirnya tersebut menyisakan jerapah dengan leher panjang yang masih dapat bertahan hidup dan menghasilkan keturunan jerapah yang berleher Lamarck dan Darwin, Weismann juga berpendapat bahwa sifat leher panjang atau pendek pada jerapah dikendalikan oleh gen. Gen untuk leher panjang bersifat dominan. Sedangkan, gen untuk leher pendek adalah resesif. Karena jerapah berleher pendek tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan, maka jerapah ini tidak dapat bertahan hidup sehingga Evolusi ManusiaSebenarnya kera bukanlah nenek moyang manusia, melainkan antara kera dan manusia memiliki cikal bakal yang sama. Proses evolusi manusia terjadi secara bertahap dalam waktu yang sangat lama. Sejarah evolusi manusia dimulai dari primata cikal bakal yang kemudian dalam perkembangannya akan mengalami perubahan dari generasi ke generasi sampai perkembangan yang lebih baik seperti manusia zaman evolusi manusia yang berasal dari primata cikal bakal adalah sebagai PrimataPada 1871, Charles Darwin menerbitkan bukunya yang berjudul The Descent of Man yang berisi tentang asal usul manusia. Pendapat Darwin tersebut memang berdasarkan pada hubungan kekerabatan antara manusia dengan primata. Sehingga dapat dilihat antara manusia Hominidae dan orang utan Pongidae.Di antara bentuk persamaan tersebut, dapat dilihat dari struktur tubuhnya antara lain sebagai menghadap ke kelenjar susu yang terletak di struktur, jumlah, dan macam kerangka yang darah mempunyai susunan kimia yang rahim dengan tipe Manusia Purbaa. Manusia Kera Afrika SelatanRaymond Dart 1829-1924 menemukan beberapa fosil manusia kera dari Afrika Selatan antara lain Australopithecus africanus, Paranthropus robustus, dan Plesianthropus transvelensis. Menurut Raymond Dart, manusia kera Afrika Selatan memiliki karakteristik antara lain sebagai berdiri tegak dan berjalan dengan dua tinggi badan kurang lebih 1,5 volume otak hanya sekitar 450-600 cm3Habibat hidup di tempat Manusia Kera Afrika TimurLeakey menemukan fosil manusia kera afrika timur dan diberi nama Australopithecus boisai. Australopithecus boisai memiliki ciri-ciri antara lain berbadan lebih kekar, gigi, dan tulang rahang lebih kuat. Penemuan lain adalah jenis Australopithecus habilis yang memiliki ciri-ciri sebagai volume otak yaitu ± 650 cm3 lebih besar dibandingkan manusia kera Afrika Selatan, sehingga intelegensinya lebih menggunakan alat bantu untuk memotong dari Manusia JawaFosil manusia Jawa ditemukan oleh Eugene Dubois, yang merupakan ahli anatomi dan geologi dari Belanda. Eugene Dubois menemukan fosil tersebut di daerah Trinil, Jawa Timur pada 1894. Pada tempat yang berbeda ditemukan pula manusia Jawa jenis lain. Penemuan ini dilakukan oleh Von Koenigswald di daerah Mojokerto dan Sangiran. Hasil penemuan Koenigswald tersebut diberi nama Pithecanthropus Jawa yang ditemukan tersebut memiliki ciri-ciri antara lain sebagai berdiri dan berjalan dengan dua volume otak ± 770-1000 cm3Dapat berkomunikasi dengan membuat alat berburu dan menggunakan Manusia PekingPenemuan fosil manusia purba dilakukan oleh Davidson Black Canada dan Franz Weiden Reich Amerika pada 1920. Penemuan manusia purba tersebut berada di Gua Kapur, Peking. Hasil penemuan tersebut deberi nama Sinanthropus manusia Peking tersebut antara lain sebagai volume otak yang agak besar yaitu ± 900-1200 cm3Diperkirakan hidup sekitar tahun yang menggunakan senjata dan perkakas dari tulang dan menggunakan kebudayaan yang lebih Homo SapiensPenemuan Homo sapiens oleh Eugene Dubois yaitu Homo wajakensis yang ditemukan di desa Wajak, Jawa Timur pada 1889. Spesies ini diperkirakan hidup kurang lebih Manusia ModernManusia modern memiliki ciri-ciri antara lain sebagai volume otak ± 1400-1500 cm3Memiliki tinggi badan ± 1,6 peradaban yang peralatan yang lebih terdapat hubungan sosial dan upacara penjelasan mengenai berbagai sejarah evolusi manusia tersebut, kamu akan memiliki gambaran tentang perkembangan manusia dari generasi ke EvolusiBenarkah teori evolusi itu ada? Apakah buktinya jika ada? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut akan dijelaskan mengenai bukti evolusi, yuk simak Adanya FosilBukti evolusi yang pertama adalah adanya fosil. Fosil adalah sisa-sisa makhluk hidup yang telah membatu dan terperangkap di dalamnya. Fosil ini mampu menguak tabir kehidupan pada masa lampau. Kehidupan masa lampau berbeda dengan kehidupan pada masa sekarang. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya perbedaan struktur antara tubuh hewan atau tumbuhan yang telah menjadi fosil dengan yang masih ada inipun jarang ditemukan dalam keadaan lengkap utuh, umumnya merupakan suatu bagian atau beberapa bagian tubuh makhluk hidup. Faktor-faktor yang menyebabkan jarang ditemukan fosil dalam keadaan lengkap, yaitu sebagai lipatan buatan air, angin dan bakteri pemakan organisme, ada organisme yang tidak memungkinkan suatu bagian tubuh organisme menjadi fosil, misalnya lingkungan yang tidak memungkinkan suatu bagian tubuh organisme menjadi Variasi Individu dalam Satu KeturunanApakah kalian pernah menemukan ada dua individu yang sama persis? Di dunia ini tidak dijumpai dua individu yang identik sama. Bahkan anak kembar pun pasti mempunyai suatu perbedaan. Jadi terdapat adanya variasi antara individu dalam satu spesies. Hal ini terjadi, karena pengaruh berbagai faktor seperti suhu, tanah, dan terhadap jenis hewan dan tumbuhan selama bertahun-tahun menghasilkan varian yang jauh berbeda dengan nenek moyangnya. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa adanya variasi merupakan petunjuk adanya evolusi yang menuju terbentuknya spesies-spesies Analogi dan HomologiBukti evolusi dapat ditunjukkan pula dari adanya persamaan organ berbagai organisme. Struktur organ tubuh berbagai organisme tersebut dapat dibedakan menjadi dua, yaitu analogi dan AnalogiAnalogi adalah organ-organ tubuh yang mempunyai fungsi sama tetapi bentuk asalnya berbeda. Misalnya sayap serangga dengan sayap HomologiHomologi adalah organ-organ makhluk hidup yang mempunyai bentuk asal dasar yang sama, kemudian berubah strukturnya sehingga fungsinya berbeda. Misalnya sayap burung homolog dengan tangan manusia, kaki depan kuda homolog dengan sirip dada ikan Embriologi PerbandinganAdanya persamaan dan perbedaan dalam perkembangan embrio menjadi individu ini menunjukkan adanya hubungan kekerabatan antara organisme yang dapat menjadi bukti evolusi. Van Baer mengemukakan pendapatnya mengenai hal ini, yaitu sebagai umum organisme akan muncul terlebih dahulu daripada sifat yang sifat dimulai dari yang umum menuju yang yang satu akan memisah secara progresif dari binatang yang perkembangannya, hewan-hewan memiliki bentuk embrio yang serupa, namun dewasanya Perbandingan FisiologiMakhluk hidup mulai dari terendah hingga yang paling tinggi tersusun atas sel. Walaupun jumlah sel dan morfologi setelah dewasa berbeda, namun fisiologi di dalam selnya memiliki kemiripan, seperti berikut proteinSintesis ATP dan penggunaannya dalam aktivitas hidup6. BiogeografiPenyebaran hewan dan tumbuhan di berbagai daerah merupakan pendukung kuat adanya evolusi. Perjalanan Darwin ke Galapagos telah membuahkan bukti bahwa pada pulau-pulau yang berdekatan ditemukan jenis hewan yang EvolusiMekanisme evolusi dapat terjadi melalui beberapa faktor sebagai Seleksi AlamDalam mekanisme evolusi, seleksi alam adalah teori yang mempunyai konsep bahwa makhluk hidup yang tidak mampu beradaptasi dengan lingkungannya lama kelamaan akan punah. Makhluk hidup yang tertinggal hanyalah mereka yang mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Dan antara makhluk hidup yang satu dengan yang lainnya akan saling bersaing untuk dapat tetap bertahan Mutasi GenMutasi yang terjadi pada sel tubuh tidak akan diwariskan, sementara itu mutasi pada sel kelamin dapat mengakibatkan timbulnya sifat baru yang menguntungkan. Jika sifat baru tersebut dapat beradaptasi dengan lingkungannya maka akan bertahan hidup dan mewariskan mutasi yang dialaminya kepada anggapan bahwa terdapat mutasi yang menguntungkan, munculah teori evolusi baru yaitu teori sintetis modern. Pada intinya teori ini berisi tentang konsep mutasi pada teori seleksi alam Darwin. Oleh karena itu, teori ini juga dikenal sebagai Neodarwinisme 1930-1940.3. SpesiasiMekanisme evolusi yang selanjutnya adalah spesiasi. Spesiasi adalah proses pembentukan spesies baru. Proses pembentukan spesiasi alami dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain sebagai Spesiasi AlopatrikTerjadi karena adanya penghalang fisik seperti sungai, gunung, letak geografis, dan sebagainya. Penghalang ini memisahkan sebuah populasi dari populasi induknya, yang berarti memotong aliran gen antarkedua populasi dari spesiasi alopatrik adalah hasil evolusi dari populasi burung kutilang finch di Kepulauan Galapagos yang terpisah dari populasi induknya di Benua Amerika bagian Spesiasi ParapatrikTerjadi pada populasi-populasi yang letaknya berdekatan. Kelompok gen mereka menjadi terpisah oleh variasi lingkungan. Sebagai contoh adalah rumput yang tumbuh di lingkungan toksik akan mengembangkan toleransi terhadap logam berat, yang tidak dipunyai oleh rumput di sebelahnya yang tidak Spesiasi SimpatrikSpesiasi jenis ini terjadi pada tanaman hasil poliploidi mutasi buatan. Poliploidi adalah peristiwa penggandaan jumlah kromosom yang melebihi aslinya, misalnya dari 2n menjadi MigrasiMigrasi atau perpindahan anggota populasi dapat berlangsung sebagai emigrasi keluar dari populasi atau imigrasi masuk kedalam populasi. Jika perpindahan ini menyebabkan populasi terjebak atau terisolasi oleh kondisi geografis, maka akan menyebabkan terbentuknya keseimbangan genetik baru di tempat juga Proses Sintesis ProteinDemikian pembahasan mengenai evolusi, bukti evolusi, beserta mekanisme evolusi. Semoga pembahasan ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan kamu dalam mempelajari Idun dan Endang Sri Lestari. 2010. BIOLOGI. Bandung Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Ririn. 2016. BIOLOGI. Surakarta Mediatama.
Teorievolusi adalah teori yang muncul sebagai salah satu cara untuk mencari tahu asal usul kehidupan atau makhluk hidup. Seiring berjalannya waktu, banyak para ahli yang telah menjelaskan teori evolusi. Berikut akan dijelaskan mengenai teori evolusi, antara lain teori evolusi Lamarck, teori evolusi Darwin, teori Cuvier, teori Weismann, dan
Bumi diperkirakan berusia 15 miliar tahun. Suhu bumi mula-mula mencapai C. bumi berangsur-angsur mendingin, dimulai dari bagian luarnya. Zat-zat yang memiliki bobot molekul BM tinggi bergerak menuju ke pusat bumi, sedangkan yang BM rendah menuju ke permukaan bumi. Gas-gas yang memiliki BM kecil terdapat di lapisan terluar bumi membentuk atmosfer bumi. Pada tahun 1936, ahli biokimia Rusia Alexander Ivanovich Oparin mengemukakan bahwa evolusi zat-zat kimia terjadi sebelum kehidupan di bumi ada. menurut Oparin, pada awalnya atmosfer bumi mempunyai zat-zat anorganik berupa uap air H2O,ammonia NH4 , karbon dioksida CO2 dan metana CH4. Zat-zat tersebut bereaksi membentuk zat-zat organic dan asam amino, karena adanya energy radiasi benda-benda angkasa dan energy listrik dari petir yang ada pada saat itu. Suhu bumi terus menurun, ketika suhu mencapai titik kondensasi, terjadi hujan. Air hujan yang turun akan mencuci permukaan batuan bumi dan membawa larutan zat organic ke lautan yang masih panas, para pakar menyebut lautan itu dengan nama sup prabiotik atau sup primordial sup purba. Oparin adalah ahli biologi bangsa Rusia, pada tahun 1924 mempublikasikan pendapatnya tentang Asal usul kehidupan. Oparin adalah orang pertama yang mengemukakan bahwa evolusi zat-zat kmia telah terjadi sebelum kehidupan ini ada. Dalam bukunya The Origin of Life, dia mengemukakan bahwa asal mula kehidupan terjadi bersamaan dengan evolusi terbentuknya bumi dan atmosfernya. Atmosfer bumi mula-mula memiliki air, karbon dioksida, metana, dan aonia, namun tidak memiliki oksigen. Dengan adanya panas dari berbagai sumber energi, zat-zat tersebut mengalami serangkaian perubahan menjadi berbagai molekul organik sederhana. Senyawa-senyawa ini membentuk semacam campuaran yang kaya akan materi-materi dalam lautan yang masih panas, yang di sebut primordial soup. Bahan campuran ini belum merupakan makhluk hidup, tetapi bertingkah laku mirip seperti sistem biologi. Primordial soup ini melakukan sintesis dan membentuk molekul organik kecil atau monomer, misalnya asam amino dan nukleotida. Monomer-monomer lalu bergabung membentuk polimer, misalnya protein dan asam nukleat. Kemudian agregasi ini membentuk molekul dalam bentuk tetesan yang disebut protobian. Protobian ini memiliki ciri kimia yang berbeda dengan lingkungannya. Pendapat Oparin ini mendapat dukungan dari Haldane ahli biologi bangsa Inggris, pada tahun 1936. Pendapat Oparin, Haldane, dan Harold Urey dapat dipandang sebagai hiotesis yang menyatakan adanya evolusi kimia yang mengarah pada terbentuknya makhluk hidup. Pada tahun 1953, hipotesis tentang evolusi kimia tersebut mendapat dukungan oleh Stanley Miller, seorang mahasiswa Amerika di bawah bimbingan Harold Urey yang membuat percobaandengan menyalakan bunga api listrik di dalam tabung yang berisi amonia, metana, ar, dan hidrogen. Kenudian bahan yang ada di dalam tabung tersebut dianalisis dan diperoleh senyawa asam amino yang merupakan bahan dasar kehidupan. Gambar 50 perangkat percobaan yang digunakan Miller untuk membuktikan adanya evolusi kimia Berdasarkan teori-teori diatas dari teori Cosmozoa sampai dengan teori Oparin-haldane maka gambaran terjadinya organisme di bumi dimulai di perairan. Pada mulanya atmosfer mengandung kadar karbon dioksida yang tinggi sehingga intensitas efek rumah kaca juga tinggi, akibatnya suhu permukaan bumu sangat tinggi. Lebih-lebih oksigen belum ada sehingga lapisan stratosfer tidak pula mengandung ozon, dengan demikian seluruh sinar matahari tidak tersaring dan sampai di permukaan bumi. Kecuali suhu yang tinggi dan sinar ultra violet UV sampai juga ke permukaan bumi, maka kehidupan yang ada saat ini hanya mungkin di perairan yang dalam yang terlindung dari sinar UV. Zat-zat kehidupan yang terbentuk dengan cara seperti dibuktikan oleh Harold Urey bersama-sama dengan gerakan air percikan, riak kecil, gerakan coaservas kemudian menjadi sel yang pada mulanya berupa organisme bersel tunggal kemudian berevolusi menjadi organisme banyak sel multiseluler dan seterusnya. Pada tahun 1953, hipotesis tentang evolusi kimia didukung oleh Harold Urey dan muridnya Stanley Miller dari Unversitas Chicago, Amerika Serikat. Urey menyatakan zat-zat organic terbentuk dari zat-zat anorganik. Menurut Urey, zat-zat anorganik yang ada di atmosfer berupa gas karbon dioksida, metana, ammonia, hydrogen dan uap air. Semua zat itu bereaksi membentuk zat organic karena energy petir. Murid Urey, Stanley Miller berhasil membuktikan dugaan gurunya di dalam laboratorium. Harold Urey 1893 seorang ahli kimia Amerika Serikat, mengemukakan teori yang yang didasari atas pemikiran bahwa bahan organik merupakan bahan dasar organisme hidup, yang pada mulanya dibentuk sebagai reaksi gas yang ada di alam dengan bantuan energi. Menurut teori Urey, konsep tersebut dapat dijabarkan atas 4 fase berikut ini 1 Tersedianya molekul metana, amonia, hidrogen, dan uap air yang sangat banyak di atmosfer. 2 Energi yang timbul dari aliran lisrik, halilintar, dan radiasi sinar kosmis merupakan energi pengikat dalam reaksi molekul metana, amonia, hidrogen, dan uap air. 3 Terbentuknya zat hidup yang paling sederhana. 4 Zat hidup yang terbentuk berkembang dalam waktu jutaan tahun menjadi sejenis organisme yang lebih kompleks. Miller membuat percobaan di laboratorium dengan membuat model yang sederhana yang dapat digunakan unntuk membuktikan teori Urey. Miller memasukkan uap air, metana, ammonia, gas hydrogen dan karbon dioksida ke dalam tabung percobaan. Kemudian, tabung tersebut dipanaskan. Untuk mengganti energy listrik halilintar,ke dalam perangkat alat tersebut dilewatkan lecutan aliran listrik bertegangan tinggi, yaitu sekitar volt. Semua itu dilakukan untuk meniru kondisi permukaan bumi pada waktu terjadi pembentukan zat organic secara spontan. Energy listrik memicu terjadinya reaksi-reaksi di dalam tabung membentuk zat-zat baru. Zat-zat yang terbentuk kemudian didinginkan dan ditampung. Setelah percobaan berlangsung seminggu, hasil reaksi itu dianalisis. Ternyta di dalamnya terbentuk zat organic sederhana, misalnya asam amino dan gula sederhana seperti ribose dan adenine. Dengan demikian Miller dapat membuktikan bahwa zat organic terbentuk dari zat anorganik. Setelah itu para ahli berlomba melakukan percobaan serupa. Jika ke dalam gas itu dimasukkan fosfat maka akan terbentuk ATP Adenin Trifosfat yaitu suatu senyawa berenergi tinggi. Ada pula penelitian yang berhasil menyusun polipeptida yang tersusun atas 6 urutan basa. Peneliti itu menghasilkan senyawa-senyawa Gambar 51 Struktur RNA nukleutida. Peneliti Melvin Calvin dari universitas Calivornia menunjukkan bahwa radiasi sinar dapat mengubah metana, ammonia, hydrogen dan air menjadi molekul gula, asam amino, purin dan pirimidin. Purin dan pirimidin merupakan zat pembentuk DNA, ATP, ADP dan RNA. Ditemukannya molekul hidup DNA dan RNA memunculkan teori yang menyatakan bahwa zat tersebut merupakan pemicu timbulnya suatu kehidupan. DNA atau RNA-kah yang terbentuk pertama kali? Para pakar berpendapat bahwa RNA merupakan molekul hidup yang diduga muncul pertama kali di permukaan bumi, karena RNA lebih sederhana jika dibandingkan dengan DNA. Selain itu, RNA memiliki sifat mudah dibentuk dan mudah terurai serta ada jenis RNA yang dapat berfungsi sebagai enzim. Setelah terbentuk RNA baru terbentuk DNA yang merupakan molekul yang lebih mantap. DNA terbentuk melalui proses transkripsi balik yaitu RNA membentuk DNA yang komplemen. Karena DNA lebih mantap dibandingkan dengan RNA, maka jumlah DNA lebih banyak jika dibandingkan dengan RNA. Kini justru DNA yang dapat membentuk RNA komplemen. RNA dapat membentuk protein sehingga urutan asam amino dalam protein yang terbentuk sesuai dengan perintah DNA sejak saat itu, di dalam sup prabiotik berlangsung aliran perrintah kehidupan yakni dari DNA ke RNA ke protein. Maka protein dalam sup prabiotik akan semakin melimpah. Asal usul kehidupan secara singkat dapat dikatakan bahwa di dalam sup prabiotik terkandung zat-zat organic, DNA dan RNA. RNA dapat melakukan sintesis protein atas perinat DNA. Dengan demikian, di dalam sup prabiotikterdapat protein. Setelah itu, terbentuklah sel pertama. Sel tersebut hidup secara heterotrof, yang mendapatkan makanannya dari lingkungan berupa zat organic yang melimpah. Sel tersebut mampu membelah diri sehingga jumlahnya semakin banyak. Selanjutnya berlangsung evolusi biologi.

Beberapateori yang pernah diajukan untuk menjawab permasalahan tersebut diantaranya adalah: Teori Kreasi Khas (Special Creation) : menyatakan bahwa kehidupan diciptakan oleh suatu zat supranatural menyatakan bahwa kehidupan tercipta melalui proses evolusi kimia dan evolusi biologi berdasarkan pada konsep biologi modern. Asal-usul Kehidupan

A. Latar BelakangMakalah ini dibuat berdasarkan niat dan sesuai dengan kondisi serta keadaaan dalam kehidupan sekitar. Dimana telah kita ketahui bahwa zaman modern ini mahluk hidup khususnya manusia telah mempelajari berbagai macam ilmu pengetahuan alam. Akan tetapi pada tahap pembelajarannya manusia selalu mendapatkan maslah dan perbedaan pendapat mengenai sesuatu yang ditelitinya. dalam hal ini adalah meneliti asal usul kehidupan yang menjadi permasalahan dari sejak berabad-abad tahun yang lalu sampai sekarang. karena pada umumnya biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang alam dan mahluk hidup yang ada karena itu, melalui makalah ini penulis ingin menjelaskan dan menyampaikan beberapa pendapat para ahli mengenai asal usul kehidupan itu sendiri. adapun hal lain yang ingin diperdalam dalam makalah biologi umum ini adalah mengenai keterkaitan antara ilmu biologi dengan ilmu yang lainnya. Selain itu penulis juga ingin memperdalam tentang ilmupengetahuan dimana telah diketahui bahwa ilmu pengetahuan adalah suatu ilmu yang mampu dibuktikan kebenarannya melalui metode ilmiah dalam hal ini adalah praktikum biologi umum itu tentunya ilmu pengetahuan itu akan kita peroleh dari pembelajaran, maka dari itu melalui makalah ini penulis mencoba menjelaskan dan menerangkan asal usul kehidupan melalui evolusi biokimia untuk membuktikan beberapa yang diharapkan. dan tentunya dilengkapi dengan berbagai pihak atau tokoh II PEMBAHASAN Asal Usul kehidupan 1. Kehidupan berasal dari Zat-Zat Anorganik Evolusi Kimia Dimulai dari Atmosfir PurbaSejak berabad-abad yang lalu hingga sekarang asal usul kehidupan di bumi menjadi bahan perdebatan , sehingga menimbulkan bebrapa pertanyaan antara lain sebagai berikut ;1. apakah kehidupan itu ?2. dari manakah asal kehidupan ?jawaban yang diberika oleh para ahli bermacam-macam , tetapi belum ada jawaban terakhir yang memuaskan dan dapat diterima semua pihak. Namun bebrapa teori telah mencoba memberikan jawaban tentang asal-usul kehidupan di planet bumi ini. Teori-Teori tersebut adalah sebagai berikut a. Teori Ciptaan Teori ini mengemukakan bahwa kehidupan yang ada di planet diciptakan oleh Tuhan. Bumi yang dicipta Tuhan pada masa lalu sampai sekarang mempunyai ciri yang tidak berubah. Mereka mengungkapkan teori ini berdasarkan atas kejadian-kejadian gaib yang pernah dilihatnya. Kejadian gaib tersebut dianggap sebagai ciptaan Tuhan , seperti halnya bumi dan kehidupan yang ada di didalamnya juga diciptakan Teori Kedaan bumi yang Selalu TetapMenurut teori ini bumi tidak mempunyai asal mula. Begitu pula spesies yang mendiami bumi juga tidak mempunyai asal Teori CosmozoaTeori ini mengemukakan bahwa kehidupan di bumi diperkirakan berasal dari ruang angkasa. Hal yang mendasari teori ini adalah peyelidikan bahwa bahan yang terdapat pada batu meteor maupun vartu komet yang jatuh ke bumi mengandung banyak molekul organic sederhana , misalnya cyanogens , asam organic tersebut tatkala jatuh ke bumi menjadi benih kehidupan. Menurut teori ini bukan hanya di bumi saja yang timbul kehidupan. Kehidupan dapat timbul sekali atau bebrapa kali di berbagai bagian galaksi dalam waktu yang Teori AbiogenesisSeorang ahli ilmu pengetahuan alam berkebangsaan Belanda bernama Antonie van Leeuwnhoek 1632-1723 , dengan mikrosop buatannya berjasil menemukan jasad renik yangn sifatnya hidup dan bergerak-gerak dari setets air rendaman jerami. Hasil pengamatan ini mengingatkan kembali pada pandangan generation spontan abiogenesis yang dikemukakan olek Aristoteles 384-322 SM . Akan tetapi , sebagian orang masih meragukan sekian banyak orang yang mempermasalahkan teori tersebut , terdapat seorang ahli ilmu pengetahuan alam bernama Francesco Redi 1626-1628 yang dengan teliti tidak segera menerima teori tersbeut. Ia melakukan percobaan yang hasilnya kemudian membuat pikiran banyak orang menjadi goyah terhadap teori generation percobaan yang dilakukan oleh Francesco Redi sebagai berikut. Dia merebus dua potong daging segar sampai mendidih agar terjadi sterilisasi. Kedua potongan daging itu dimasukkan ke dalam dua stoples ; stoples pertama terbuka dan stoplrs kedua tertutup rapat. Kedua stoples tersebut dibiarkan bebrapa hari , di dalam stoples pertama yang mulutnya terbuka banyak didapatkan larva atau tempayak lalat , sedangkan di dalam stoples kedua tidak ditemukan larva percobaan Francesco Redi tersebut muncul kesimpulan bahwa larva yang berada di dalam stoples pertama berasal dari telur lalat yang masuk ke dalam dan meletakkan telurnya , sedangkan di dalam stoples kedua yang tertutup rapat tidak ditemukan larva karena lalat tidak dapat masuk ke dalam dan meletakkan , pada abad ke-18 seorang berkebangsaan Italia bernama Lazzaro Spallanzani 1729-1799 melakukan eksperimen atas dasar pemikiran seperti eksperimen Francesco Redi , hanya dalam eksperimenya tidak digunakan daging , tetapi air kaldu. Percobaannya berlangsung sebgai berikut. Disediakan tiga tabung yang masing-masing diisi dengan air kaldu secukupnya. Tabung pertama dibiarkan terbuka mulutnya. Tabung kedua dan keyiga dipanaskan sampai mendidih selama 15 kedua dibiarkan mulutnya terbuka ,sedang tabung ketiga mulutnya tertutup rapat dengan lapisan lilin. Setelah dibiiarkan selama tujuh hari , air kaldu di dalam tabung yang mulutnya terbuka menjadi keruh akibta timbul bakteri , sedang kedaan air kaldu di dalam tabung yang mulutnya terttutup masih seperti eksperimen yang dilakukan oleh Lazzaro Spallanzani ini membuktikan bahwa timbulnya bakteri bukan terjadi secara spontan , tetapi bakteri muncul dari spora bakteri yang masuk dan kemudian berkembang pada air percobaan Redi dan Spallanzani teori generation spontanea menjadi goyah. Namun demikian , sebagian orang menetang kebenaran percobaan Spallanzani serta mempertahankan kebenaran teori lama. Mereka menunjuk percobaan tersebut masih ada kelemahannya , yaitu pada tabung yang tertutup sebenarnya masih terdapat gejala generation spontanea , tetapi karena tertutup tidak ada gaya yang masuk untuk Teori BiogenesisKelemahaan percobaan spallanzi kemudian dicoba disempurnakan oleh lois Pasteur 1822-1895 ahli biokimia dan mikrobiologi dari prancis. Pada tabung kedua percobaan spallanzi, mulut tabung dittutup dengan pipa berbentuk leher angsa sehingga ruangan di dalam bakteri masih berhubungan dengan udara luar. Bentuk seperti ini memungkinkan bakteri dan spora bakteri tidak dapat masuk ke dalam air kaldu. Setelah beberapa hari ternyata hasilnya sama dengan percobaan spallanzi. Maka tumbanglah teori abiogenesis dan timbul teori biogenesis dengan slogan omne ex ovo omne ovum ex vivo f. Teori Biologi Modern Evolusi Biokimia Menurut teori ini , asal kehidupan yang pertama adalah reaksi-reaksi kimiawi yang menghasilkan asam amino pembentuk protein. Asam amino merupakan dasar pemebntukan setiap amino tersusun dari unsure C,H,O dan N sebagai unsure utama. Di atmosfer banayak terdapat gas CH4 , Nh3 , H2O , dan H2 yang jika terkena loncatan bunga api listrik dapat membentuk asam terbentuknya asam amino do atmosfer dikemukakan oleh Harold Urey dan Oparin. Teori Urey dibuktikan kebenarannya oleh Stanley Miller. Kehidupan pertama terjadi di laut , kemudian organisme mengalami evolusi dengan hidup di darat. Perlu diketahui bahwa Evolusi merupakan perkembangan mahluk hidup yang berlangsung secara perlahan-lahan dalam jangka waktu lama dari bentuk yang sederhana kea rah bentuk yang eksperimen lois pateur dapat menumbangkan teori generation spontanea, timbul masalah baru, yaitu dimanakah unsure kehidupan itu pertama kali timbul.? Banyak pihak yang berpendapat bahwa kehidupan muncul akibat dari reaksi-reaksi kimiawi yang diawali molekul berukuran kecil satu dengan yang lain, dengan bantuan energi atau panas, menghasilkan molekul berukuran besar, atau dari senyawa anorganik menjadi senyawa organic terutama protein sebagi bahan dasar atau inti sel mahluk hidup. Kejadian secara teoritis tersebut merupakan awal terbentuknya sel yang bersifat primitive. Kejadianya yang pertama kali diperkirakan di laut sebgai tempat yang berenergi cukup tinggi sehingga dapat digunakan untuk reaksi-reaksi juga pendapat lain yang mengatakan bahwa kehidupan pertama terjadi di atmosfer, atas dasar terbentuknya asam amino protein sebgagai dasar subsastansi kehidupan. Pada suatu saat terbentuknya bumi di atmosfer kaya akan molekul CH4,NH3,H2, dan H2O yang semuanya berupa gas. Gas-gastersebut sampai sekarang banyak terdapat di atmosfer dan terssusun dari atom-atom C,H,O, dan N yang dijumpai pada asam amino, sedangkan asam amino merupakan zat penyusun protein. Akibat loncatan bunga listrik sewaktu terjadi halilintar dan radiasi sinar kosmik, molekul-molekul itu breaksi membentuk asam amino. Adanya asam amino sinar memungkinkan terbentuknya kehidupan. Bentuk kehidupan ini diperkirakan sama seperti virus. Perkiraan diatas yang menyatakan bahwa kehidupan berasal dari atmosfer, dikemukakan oleh Harold Urey 1893 ahli kimia amerika dan Oparin 1929 ahli biokimia urey dan oparin berbeda kebangsaan dan zzaman, teapi keduanya berprinsip sama sehingga pendapat itu dikenal dengan teori Urey maupun Oparin . Melalui proses evolusi bentuk kehidupan yang pertama itu berkembang menjadi berbagai jenis makhluk hidup seperti sekarang ini. Untuk membuktikan kebenaran teori yang dikemukakan oleh Harold Urey, seorang mahasiswa dari universitas Chicago bernama Stanley Miller 1953 dengan kecermatan dan ketelitianya, berhasil membuat alat pembuktian berupa tabung kaca dengan kelengkapan pengaturan untuk memasukan gas-gas CH4,NH3,H2,dan itu juga dilengkapi dengan elektroda-elektroda yang berhubungan dengan sumber listrik. Sumber listrik berfungsi sebagi loncatan bunga api listrik dan sekaligus pencampur gas-gas tadi. Ternyata dalam percobaan ini apabila loncatan listrik bertegangan tinggi dialirkan segera terjadi reaksi kimia dan terbentuk senyawa kimia berupa asam Biologi dimlai di Cekungan-Cekungan di PantaiTelah diterangkan di muka bahwa kehidupan pertama kali diperkirakan terjadi di laut. Dengan demikian , organisme mengalami evolusi dari air menuju darat. Semua mahluk hidup mempunyai unsure-unsur persamaan. Sebagai contoh , sel mahluk hidup semuanya mempunyai protoplasma. Jika setiap hewan diciptakan secara terpisah dan tidak mempunyai hubungan kekerabatan , maka setiap hewan akan berbeda. Demikian juga pada invertebrate , baik yang habitatnya di air maupum di darat mempunyai persamaan dan terjadi evolusi dari air menuju darat. Sebagai contoh , perkembangan capung dari ordo Odonata yang meliputi Isoptera dan capung mengalami evolusi ; salah satunya adalah pergantian habitat dari air menuju darat , yaitu penetasan larva trejadi di air sedang imago atau bentuk dewasa hidup di darat. Perpindahan dari air menuju darat diikuti perubahan fungsi anggota tubuh , seperti alat pernafasan dan alat berenang. Contoh lain yang mengalami perkembanagn yang sama adalah ordo Diptera dengan salah satu anggotanga adalah samping itu peralihan dari bahan tidak hidup menjadi sel hidup memerlukan rentang waktu yang sangat lama. Secara hipotetik , perkembanagn prokariotik terjadi pada atmosfer purba yang terbatas. Organisme pertama yang mempu mengembangkan diri dalam perairan yang kaya bahan organic adalah organisme peragi. Organisme ini memiliki fungsi dasar metabolesme yang kaya akan CO2 da SO4 menyebabkan efektifnya evolusi organisme pada atmosfer electron-elekrton kea rah pembentukan dari atmosfer purba menjadi atmosfer yang mengandung merupakan masa evolusi besar mahluk hidup. Setelah tersedia oksigen atau O2 perkembanagn eukariotik mulai terjadi dan banyak menempati relung ekologik. Perkembangan mikroorganisme , yang meliputi perkembangan fisiologis dan metabolisme , menjadi lebih baik dengan ditandai perkembangan kromosom maupun pemindahan gen yang cukup Evolusi BiokimiaEvolusi KimiaMenerangkan bahwa terbentuknya senyawa organik terjadi secara bertahap dimulai dari bereaksinya bahan-bahan anorganik yang terdapat di dalam atmosfer primitif dengan energi halilintar membentuk senyawa-senyawa organik kompleks. Stanley Miller mencoba mensimulasikan kondisi atmosfer purba di dalam skala laboratorium. Ia merancang alat yang seperti terlihat dalam gambar di bawah memasukkan gas H2, CH4 metan, NH3 amonia dan air ke dalam alat. Air dipanasi sehingga uap air bercampur dengan gas-gas tadi. Sebagai sumber energi yang bertindak sebagai "halilintar" agar gas-gas dan uap air bereaksi, digunakan lecutan aliran listrik tegangan tinggi. Ternyata timbul reaksi, terbentuk senyawa-senyawa organik seperti asam amino, adenin dan gula sederhana seperti percobaan di atas memberi petunjuk bahwa satuan-satuan kompleks di dalam sistem kehidupam seperti lipid, gula, asam amino, nukleotida dapat terbentuk di bawah kondisi abiotik. Yang menjadi masalah utama adalah belum dapat terjawabnya bagaimana mekanisme peralihan dari senyawa kompleks menjadi makhluk hidup yang paling BiologiAlexander Oparin mengemukakan di dalam atmosfer primitif bumi akan timbul reaksi-reaksi yang menghasilkan senyawa organik dengan energi pereaksi dari radiasi sinar ultra violet. Senyawa organik tersebut merupakan "soppurba" tempat kehidupan dapat muncul. Senyawa organik akhirnya akan membentuk timbunan gumpalan koaservat. Timbunan gumpalan koaservat yang kaya akan bahan-bahan organik membentuk timbunan jajaran molekul lipid sepanjang perbatasan koaservat dengan media luar yang dianggap sebagai "selaput sel primitif" yang memberi stabilitas pada begitu Oparin tetap berpendapat amatlah sulit untuk nantinya koaservat yang sudah terbungkus dengan selaput sel primitif tadi akan dapat menghasilkan "organisme heterotrofik" yang dapat mereplikasikan dirinya dan mengambil nutrisi dari "sop purba" yang kaya akan bahan-bahan organik dan menjelaskan mekanisme transformasi dari molekul-molekul protein sebagai benda tak hidup ke benda evolusi kimia telah teruji melalui eksperimen di laboratoriurn, sedang teori evolusi biologi belum ada yang menguji secara eksperimental. Walaupun yang dikemukakan dalam teori itu benar, tetap saja belum dapat menjelaskan tentang dari mana dan dengan cara bagaimana kehidupan itu muncul, karena kehidupan tidak sekadar menyangkut kemampuan replikasi diri sel. Kehidupan lebih dari itu tidak hanya kehidupan biologis, tetapi juga kehidupan rohani yang meliputi moral, etika, estetika dan USUL KEHIDUPANEvolusionis menyatakan bahwa makhluk hidup membentuk diri mereka sendiri secara mandiri dari benda mati. Namun, ini adalah dongeng takhayul abad pertengahan yang bertentangan dengan hukum dasar biologi. Bagi kebanyakan orang, pertanyaan "apakah manusia berasal dari kera atau tidak" muncul dalam benak mereka ketika teori Darwin disebutkan. Tapi sebelum membahas masalah ini, sebenarnya masih terdapat beragam pertanyaan yang harus dijawab oleh teori evolusi. Pertanyaan pertama adalah bagaimana makhluk hidup pertama muncul di menjawab pertanyaan ini dengan mengatakan bahwa makhluk hidup pertama adalah sel tunggal yang terbentuk dengan sendirinya dari benda mati secara kebetulan. Menurut teori ini, pada saat bumi masih terdiri atas bebatuan, tanah, gas dan unsur lainnya, suatu organisme hidup terbentuk secara kebetulan akibat pengaruh angin, hujan dan halilintar. Tetapi, pernyataan evolusi ini bertentangan dengan salah satu prinsip paling mendasar biologi Kehidupan hanya berasal dari kehidupan sebelumnya, yang berarti benda mati tidak dapat memunculkan YANG MEMBELAH DIRI "" Hukum paling mendasar dari kehidupan adalah "kehidupan hanya berasal dari kehidupan". Suatu makhluk hidup hanya dapat muncul dari kehidupan sebelumnya""Kepercayaan bahwa benda mati dapat memunculkan kehidupan sebenarnya sudah ada dalam bentuk kepercayaan takhayul sejak abad pertengahan. Menurut teori ini, yang disebut "spontaneous generation", tikus diyakini dapat muncul secara alami dari gandum, atau larva lalat muncul "tiba-tiba dengan sendirinya secara kebetulan" dari daging. Saat Darwin mengemukakan teorinya, keyakinan bahwa mikroba dengan kemauan sendiri membentuk dirinya sendiri dari benda mati juga sangatlah umum. LUMPUR YANG BERUBAH MENJADI MAKHLUK HIDUP"Nama ilmiah dari gambar di samping ini adalah "Bathybius Haeckelii", yang berarti "Lumpur Haeckel". Ernst Haeckel, seorang pendukung gigih teori evolusi, mencoba mengamati lumpur yang berhasil dikeruk dengan cawan dan menganggapnya sangat menyerupai sejumlah sel yang dilihatnya di bawah mikroskop. Berdasarkan pengamatan ini, ia menyatakan bahwa lumpur ini adalah materi tak hidup yang berubah menjadi organisme hidup. Haeckel dan rekannya, Darwin, meyakini kehidupan memiliki struktur sederhana sehingga dapat terbentuk dari benda mati. Akan tetapi, ilmu pengetahuan abad ke-20 menunjukkan bahwa kehidupan tidak pernah dapat muncul dari sesuatu yang tak biologiwan Prancis, Louis Pasteur, mengakhiri kepercayaan ini. Sebagaimana perkataannya "Pernyataan bahwa benda mati dapat memunculkan kehidupan telah terkubur dalam sejarah untuk selamanya". Setelah Pasteur, para evolusionis masih berkeyakinan bahwa sel hidup pertama terbentuk secara kebetulan. Namun, semua percobaan dan penelitian yang dilakukan sepanjang abad ke-20 telah berakhir dengan kegagalan. Pembentukan "secara kebetulan" sebuah sel hidup tidaklah mungkin terjadi, bahkan untuk membuatnya melalui proses yang disengaja di laboratorium tercanggih di dunia pun ternyata tidak GENERATION TAKHAYUL ABAD PERTENGAHANDi antara kepercayaan takhayul yang diyakini masyarakat abad pertengahan adalah benda mati dapat memunculkan kehidupan dengan sendirinya secara tiba-tiba. Saat itu diyakini, misalnya, katak dan ikan terbentuk dengan sendirinya dari lumpur di dasar sungai. Di kemudian hari terungkap, hipotesis yang dikenal sebagai "spontaneous generation kemunculan tiba-tiba" ini adalah kebohongan belaka. Akan tetapi, di kemudian hari dengan skenario yang sedikit berbeda, kepercayaan ini dihidupkan kembali dengan nama "teori evolusi".Oleh karenanya, pertanyaan tentang bagaimana makhluk hidup pertama muncul telah menempatkan teori evolusi dalam kesulitan sejak awal. Salah satu tokoh utama pendukung teori evolusi tingkat molekuler, Prof. Jeffrey Bada, membuat pengakuan berikut ini Saat ini, ketika kita meninggalkan abad keduapuluh, kita masih dihadapkan pada masalah terbesar yang belum terpecahkan pada saat kita memasuki abad keduapuluh Bagaimana kehidupan muncul pertama kali di bumi?MITOS "EVOLUSI KIMIAWI" Evolusionis terkenal, Alexander Oparin, muncul dengan gagasan "evolusi kimiawi" di awal abad ke-20. Gagasan ini menyatakan bahwa sel hidup pertama muncul secara kebetulan melalui sejumlah reaksi kimia yang terjadi pada kondisi bumi purba. Akan tetapi, tak satu evolusionis pun, termasuk Oparin sendiri, yang mampu memberikan satu pun bukti yang mendukung gagasan "evolusi kimia". Sebaliknya, setiap penemuan baru di abad ke-20 menunjukkan kehidup-an terlalu kompleks untuk dapat terbentuk secara kebetulan. Evolusionis terkenal Leslie Orgel membuat pengakuan berikut ini "Dengan mempelajaristruktur DNA, RNA, dan protein seseorang mestinya berkesimpulan ternyata kehidupan tidak akan pernah dapat terbentuk melalui reaksi-reaksi kimiawi." Selain menggugurkan teori evolusi, hukum "kehidupan muncul dari kehidupan sebelumnya" juga menunjukkan bahwa makhluk hidup pertama muncul di bumi dari kehidupan yang ada sebelumnya, dan ini berarti ia diciptakan oleh Allah. Allah, Dia-lah satu-satunya Pencipta yang dapat menghidupkan benda mati. Dalam Alquran disebutkan, "Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup." QS. Ar-Ruum, 3019Daftara Pabelan Surakarta
Teoriasal-usul kehidupan di Bumi disusun berdasarkan hasil analisis data dari peristiwa masa lampau. Karena untuk mengetahui bagaimana kehidupan dimulai, kita harus kembali ke masa lalu di mana semuanya berawal. Dilansir dari Encyclopedia, metode analisis data peristiwa masa lalu berarti menganalisis proses yang terjadi sesuai dengan urutan waktu.

Mahasiswa/Alumni Politeknik Negeri Jember04 Agustus 2022 0738Jawaban yang benar adalah b. reaksi halilintar dengan bahan dasar atmosfer purba membentuk senyawa mikromolekul. Pembahasan Teori evolusi biokimia menyatakan bahwa makhluk hidup terbentuk dari gas-gas di atmosfer yang dipengaruhi oleh energi radiasi sinar kosmis dan aliran listrik halilintar berdasarkan hukum fisika-kimia. Berikut ini merupakan beberapa teori evolusi biokimia dari beberapa ahli 1. Teori Evolusi Biokimia menurut Alexander Ivannovich Oparin yaitu atmosfer bumi banyak mengandung senyawa berbentuk uap H₂O, CO₂, CH₄, NH₃, H₂. Dengan adanya energi dari benda-benda angkasa atau petir, zat-zat tersebut bereaksi membentuk zat organik sederhana yang berlangsung tanpa adanya oksigen. Zat organik terbawa oleh air hujan menuju ke lautan yang panas sehingga disebut primordial soup sop purba. Secara bertahap zat organik sederhana bersintesis membentuk mikromolekul asam amino dan nukleotida, makromolekul protein, nukleotida, asam nukleat, polipeptida, lemak, dan polisakarida, dan tetesan protobion. Selanjutnya, senyawa organik akan mengalami evolusi biologi hingga terbentuk organisme yang kompleks. Proses evolusi berlangsung dari lautan menuju ke daratan. 2. Teori Evolusi Biokimia menurut Harold Urey yaitu di atmosfer terdapat zat-zat anorganik berbentuk gas, antara lain metana, air, amonia, dan hidrogen. Oleh karena adanya pengaruh energi radiasi sinar kosmis dan aliran listrik halilintar, maka zat -zat anorganik tersebut bereaksi menjadi zat-zat organik sebagai dasar organisme. 3. Eksperimen Stanley Miller yang merupakan murid Harold Urey. Miller membuat model percobaan untuk membuktikan teori Urey dengan memasukkan gas metana, amonia, dan hidrogen dimasukkan ke dalam alat percobaan melalui kran yang terdapat pada perangkat alat. Di dalam labu, dimasukkan air yang dipanaskan sehingga menghasilkan uap air. Gas-gas terdorong oleh uap air menuju ke dalam bilik bola reaksi yang di dalamnya dialirkan energi listrik volt sebagai pengganti kilatan halilintar. Aliran listrik bertegangan tinggi tersebut menyebabkan gas-gas bereaksi membentuk zat baru. Zat baru didinginkan dengan kondensor alat pengembun menjadi tetesan air yang mengandung asam amino, asam hidroksi, HCN, dan urea. Asam amino merupakan komponen kehidupan. Jadi, hubungan teori evolusi kimia dengan asal usul kehidupan adalah reaksi halilintar dengan bahan dasar atmosfer purba membentuk senyawa mikromolekul.

Sungguhpun "bulan lompat" digunakan untuk memastikan kalendar qamari sejajar dengan matahari Teori asal-usul kehidupan di Bumi selanjutnya adalah teori evolusi kimia yang dikemukakan oleh Oparin Jadi, semua dapatan daripada kajian awal tentang asal-usul dan period kedatangan orang Lundayeh ke Kepulauan Borneo adalah berkaitan secara langsung
Teori Evolusi Kimia – Menyatakan bahwa kehidupan itu berasal dari suatu akumulasi senyawa organik yang terjadi selama berjuta-juta tahun. Nah, senyawa organik tersebut berasal dari sebuah reaksi senyawa-senyawa anorganik yang dibantu dengan keadaan lingkungan evolusi kimia ini pertama kali diajukan oleh parin, beliau merupakan seorang ahli biokimia di Rusia dan juga Haldane, yang merupakan seorang ahli genetika di Inggris sekitar tahun teori ini baru bisa dibuktikan oleh Stanley Militer, yang merupakan seorang peneliti di Amerika sekitar tahun penjelasan yang lebih mendalam seputar evolusi kimia ini, simak sampai usul sebuah kehidupan menurut para ahli kimia salah satunya yaitu Harold Urey ini menyatakan bahwa dimulai ketika keadaan atmosfer bumi pada masa lampau yang kaya dengan senyawa anorganik sepertiGas metana CH4Gas amonia NH3Uap air H2OGas karbondioksida C2O.Senyawa-senyawa anorganik tersebut bereaksi dengan menggunakan bantuan energi radiasi sinar dan juga aliran listrik halilintar, sehingga bisa menghasilkan senyawa senyawa organik tersebut membentuk makhluk hidup sederhana bersel satu serta dalam kurun waktu berjuta-juta tahun, makhluk bersel tersebut membentuk sebuah jaringan dan organisme yang lebih Urey, proses pembentukan makhluk hidup bisa dijelaskan dengan 4 tahap, antara lainMolekul metana, hidrogen, amonia, serta uap air itu sudah tersedia sangat banyak sekali di atmosfer yang dihasilkan dari aliran-aliran listrik halilintar serta radiasi dari sinar kosmis mengakibatkan zat-zat bereaksi hingga membentuk sebuah molekul-molekul zat yang lebih besar zat hidup yang sangat sederhana dan memiliki susunan kimia seperti susunan kimia pada hidup yang terbentuk dan juga berkembang dalam kurun waktu jutaan tahun dan menjadi organisme makhluk hidup yang jauh lebih teori evolusi kimia tersebut menyatakan awal mulanya sebuah kehidupan itu seperti apa yang diungkapkan oleh Harold Urey yang coba dibuktikan oleh Stanley Miller melalui pengujian memakai alat hasil dari yang diciptakannya itu berupa sebuah tabung, kemudian Miller sendiri mengisi tabung tersebut dengan isian sepertiAmoniakHidrogenGasMetanaUap itu dipanaskan selama kurun waktu satu minggu sampai gas-gas tersebut bisa bereaksi dan bercampur rata. Untuk menukar energi listrik dari halilintar seperti prediksi yang terjadi di atmosfer bumi pada waktu mengalirkan sebuah listrik sebesar volt ke dalam alat tersebut selama proses setelah dibuka percobaan tersebut menghasilkan asam amino yang dimana asam tersebut merupakan zat organik yang utama penunjang suatu organisme dari Teori Evolusi KimiaSebelum alat dipakai itu divakumkan terlebih dahulu melalui penyedot udara baru dan diisi dengan CH4, H2, NH3, serta H2O dengan teknik H2O nya itu dimasukkan pada keadaan cair, sehingga letaknya berada di bagian yang H2O dirubah bentuknya menjadi sebuah uap dengan cara dipanaskan sampai uap tersebut bisa bercampur dengan 3 gas yang lainnya serta mendorong masuk ke ruang reaksi yang tersedia yang sudah tersedia pada ruang reaksi tersebut kemudian disambungkan bersama sumber listrik yang memiliki tegangan yang cukup percobaan itu dibiarkan aktif selama kurang lebih ±1 minggu hasil tersebut nantinya akan lebih mudah diketahui, maka wujudnya harus dirubah menjadi bentuk cairan dengan memakai pipa penghubung antara ruang reaksi dengan lokasi penampung hasil dipasangnya alat merupakan orang pertama yang mengemukakan bahwa evolusi zat-zat kimia itu sudah terjadi sebelum kehidupan ini buku yang dia ciptakan yang berjudul “The Origin Of Life”, disitu dia mengatakan bahwa asal usul kehidupan terjadi bersamaan dengan adanya evolusi terbentuknya bumi beserta bumi awal mulanya itu memiliki karbon dioksida, air, amonia dan metana. Akan tetapi tidak mempunyai adanya panas yang muncul dari berbagai sumber energi, kemudian zat-zat tersebut mengalami beberapa perubahan dan menjadi berbagai molekul organik tersebut membentuk seperti sebuah campuran yang kaya akan materi-materi dalam lautan yang masih dalam kondisi panas, yang disebut dengan sebutan primodial bahan-bahan campuran tersebut itu belum merupakan makhluk hidup, namun tingkah lakunya itu mirip seperti sistem tersebut juga melakukan sintetis dan membentuk molekul organik kecil, seperti nukleotida dan asam tersebut bergabung dan membentuk polimer, seperti asam mukleat dan agregrasi itu membentuk sebuah molekul dalam bentuk sebuah tetesan yang biasa disebut tersebut memiliki ciri kimia yang berbeda dengan lengkungan. Pada keadaan otmpsfer saat ini sangat tidak lagi memungkinkan untuk sintetis molekul organik secara oksigen atmosfer tersebut akan memecah ikatan kimia dan juga mengekstrasi penggabungan monomer tersebut bisa dibuktikan oleh Sidney Fox. Beliau membuat tindakan dengan memanaskan larutan kental monomer organik yang memiliki asam amino pada suhu titik leburnya air menguap, terbentuklah sebuah lapisan monomer yang berpolimerasi. Kemudian polimer itu disebut proteinoid oleh Sidney dalam suatu penelitian tepatnya di laboratorium, proteinoid tersebut itu dicampur menggunakan air dingin yang akan membentuk gabungan proteinoid dan akan menyusun suatu tetesan kecil yang disebut tersebut diselubungi oleh membrane selektif Teori Evolusi Kimia Menurut Alexander Ivanovich OparinOparin mengatakan bahwa, awal mulanya atmosfer bumi ini memiliki zat-zat anorganik berupaH2 hidrogen,CH4 metana,NH3 amonia, danH2O uap air.Kemudian zat tersebut bereaksi membentuk zat-zat organik dan asam amino, karena terdapat radiasi benda-benda angkasa serta energi listrik dari petir waktu suhu bumi menurun hingga sampai pada titik kondensasi terjadilah hujan. Kemudian dari hujan tersebut menyapu permukaan bumi hingga membawa zat-zat organik ke laut yang dikenal dengan sup memperlihatkan bahwa radiasi sinar itu bisa mengubah hidrogen, amonia, metana, serta air menjadi sebuah molekul-molekul asam amino, gula, dan dimana purin dan pirimidin ini merupakan sebuah dasar dalam pembentukkan RNA, DNA, ADP, dan dalam Evolusi sebuah senyawa kimia organik yang sederhana dari zat-zat anorganik dengan bantuan dari energi alam seperti H2O+H2+NH3+CH4 ⇒ urea, asetat dan senyawa kimia yang jauh lebih kompleks seperti berikutUrea, asetat, folmadehid ⇒Asam amino, glukosa, nukleotida serta asam senyawa yang kompleks itu melalui polimeriasi senyawa monomer organik antara lainAsam amino⇒Polimer proteinGlukosa⇒Polimer amilum, selulosaAsam lemak + gliserol⇒LemakNukleotida⇒RNAPada molekul-molekul sederhana dan juga molekul polimer bergabung dan membentuk agregat seluler. Beberapa molekul tersebut mempunyai fungsi secara daripada itu, beberapa dari molekul menjadi substrat reaksi yang bisa menghasilkan energi bagi reaksi-reaksi beberapa nukleotida mengalami polimerasi menjadi RNA yang betindak sebagai sebuah enzim untuk sintetis yang kemudian mengarahkan jalannya reaksi dalam kompartemen kaoservat atau protobion.RNA sendiri tidak sebagai molekul pembawa sebuah informasi genetis reaksi-reaksi kimia agregat dalam sekat hidrofobik yang menjadi cikal baka Evolusi Abiogenesis Generatio SpontaniaSebelum adanya masa pencerahan sekitar pada abad ke-17 aufklarung, sebagian orang itu mempercayai bahwa kehidupan itu berawal dari sebuah benda tersebut sangatlah ekstrim dan juga terlalu dini bagi masa di saat teknologi masih belum terlalu tersebut itu menyebutkan akan sebuah hal yang subtantif walaupun tanpa dasar serta tidak bisa dijelaskan menggunakan akal sehat, misalnya sepertiKecebong yang berasal dari yang merupakan asal muasal dari kehidupan yang bisa berubah menjadi seekor tersebut didukung juga oleh Aristoteles yang setelah itu terbukti tidak benar setelah beragam jenis penelitian ilmiah dilakukan demi mengetahui asal usul sebuah cukup sekian pembahasan mengenai teori evolusi kimia dan biologi yang bisa kami rangkum, semoga artikel ini bermanfaat dan bisa kalian jadikan sebagai referensi dalam belajar. Terima kasih.
TeoriAsal Usul Kehidupan (Abiogenesis & Biogenesis, Evolusi Kimia dan Karakteristik Makhluk Hidup) Teori Asal Usul Kehidupan (Abiogenesis & Biogenesis, Evolusi Kimia dan (384-322 SM), adalah seorang filsuf dan tokoh ilmu pengetahuan Yunani Kuno. Sebenarnya dia mengetahui bahwa telur-telur ikan yang menetas akan menjadi ikan yang . Halo Hanastasya, kakak bantu jawab ya Hubungan teori evolusi kimia dengan asal usul kehidupan dinyatakan dalam teori evolusi biokimia yang menyatakan bahwa pada atmosfer bumi terdapat zat-zat yang dengan bantuan halilintar petir akan membentuk zat organik yang secara bertahap akan membentuk mikromolekul dan makromolekul yang nantinya akan berevolusi menjadi makhluk hidup. Makhluk hidup yang terbentuk kemudian secara bertahap akan terus berevolusi menjadi organisme yang semakin kompleks. Sekarang mari kita bahas! Berdasarkan teori evolusi biokimia, dinyatakan bahwa makhluk hidup terbentuk dari gas-gas atmosfer yang dipengaruhi oleh energi radiasi sinar kosmis dan aliran listrik yaitu halilintar petir berdasarkan hukum fisika-kimia. Menurut Alexander Ivannovich Oparin, pada atmosfer bumi terdapat senyawa berbentuk uap yaitu H₂O, CO₂, CH₄, NH₃. dan H₂. Zat-zat ini kemudian dengan bantuan halilintar petir akan membentuk zat organik. Zat organik yang terbawa hujan, akan berkumpul di laut sop purba dan kemudian secara bertahap bersintesis membentuk mikromolekul dan makromolekul. Makromolekul yang terbentuk kemudian akan mengalami evolusi biologi secara terus menerus hingga terbentuk organisme yang semakin kompleks. Semoga jawabannya membantu! OYvI.
  • wer98z4xhw.pages.dev/110
  • wer98z4xhw.pages.dev/195
  • wer98z4xhw.pages.dev/120
  • wer98z4xhw.pages.dev/122
  • wer98z4xhw.pages.dev/386
  • wer98z4xhw.pages.dev/192
  • wer98z4xhw.pages.dev/213
  • wer98z4xhw.pages.dev/208
  • hubungan teori evolusi kimia dengan asal usul kehidupan adalah